Berita Kendal

KEK Kendal Masuk Kategori 4 Terbaik, Airlangga: Semoga Jadi Mesin Pemulihan Ekonomi Nasional

KEK Kendal Masuk Kategori 4 Terbaik, Airlangga: Semoga Jadi Mesin Pemulihan Ekonomi Nasional

Penulis: Saiful Masum | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Hermawan Handaka
Kawasan Industri Kendal (KIK). 

Meliputi, regulasi termasuk syarat, prosedur, pengaturan fasilitas dan kemudahan-kemudahan, aspek kelembagaan, developer, peruasan lingkup, daya saing, serta pelayanan investasi.

"Pasca UU Cipta Kerja, kita dorong perluasan lapangan kerja dengan UU Cipta Kerja. Ada 4 KEK baru, sehingga berjumlah 19 KEK," ujarnya.

Beberapa hal yang menjadi arahan pengembangan KEK ke depan periode 2020-2025 meliputi, pengembangan wilayah yang belum berkembang, mempercepat terwujudnya industri 4.0, meningkatkan ekspor dan subtitusi impor, mempercepat pengembangan sektor jasa atau tersier, dan memperbaiki neraca perdagangan.

Selian itu, ada 10 fasilitas dan kemudahan yang diberikan pemerintah.

Mulai dari perpajakan dan kepabeanan dan cukai, lalu lintas barang, ketenagakerjaan, keimigrasian, pertanahan dan tata ruang, perizinan berusaha, infrastruktur, DNI dan positive list, helpdesk, dan KEK sebagai projek strategis nasional (PSN).

Elen menambahkan, KEK yang bisa berkembang dengan cepat harus terbangun dari beberapa hal. 

Planning yang cukup, proses ketika membangun, industri yang terbangun, dan menentukan buyer.

Artinya, KEK yang optimal harus sudah memiliki investor, fokus industri yang dikembangkan, sehingga pemerintah lebih mudah dalam memberikan fasilitas dan fasilitasi ketika terjadi persoalan.

Menurut dia, perencanaan yang matang, didukung finansial yang cukup, dan pengembangan rencana ke depan, bakal menjadi salah satu ukuran keberhasilan 4 KEK yang dianggap sudah optimal dan existing.

"Semua harus komitmen agar KEK dibangun langsung berkembang. Mulai dari kawasan hutan, dengan planning yang sudah kuat, pembiayaan juga kuat, jadi salah satu ukurannya."

"Dalam proses ini harus disiapkan SDM-nya, SDM lokal dan para pemuda diterima dan training. Kalau tidak punya perencanaan yang matang, ini jadi salah satu kendalanya," tutur Elen.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerangkan, upaya pemulihan akselerasi ekonomi dilakukan dengan berbagai kegiatan, termasuk peningkatan ekspor dan investasi dalam mempertahankan sekaigus membuka lapangan kerja baru. 

Kata dia, pada kuartal kedua, pemulihan ekonomi mencapai 7,07 persen secara YoY.

Merupakan pencapaian tertinggi dari yang dihasilkan pada 2004 lalu.

 "Ini tidak lepas atas peran kinerja industri melalui ekspor nasional yang terus membaik. Seiring dengan kenaikan harga-harga komoditas yang ada," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved