Berita Kendal

KEK Kendal Masuk Kategori 4 Terbaik, Airlangga: Semoga Jadi Mesin Pemulihan Ekonomi Nasional

KEK Kendal Masuk Kategori 4 Terbaik, Airlangga: Semoga Jadi Mesin Pemulihan Ekonomi Nasional

Penulis: Saiful Masum | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Hermawan Handaka
Kawasan Industri Kendal (KIK). 

TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjadi satu di antara 4 KEK yang dinilai paling optimal saat ini.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan Nasional KEK, Elen Setiadi dalam Webinar Kompas Talks bersama JIIPE, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan beberapa narasumber lain, Kamis (16/9/2021).

Dalam webinar tersebut, mengangkat tema 'Peran dan Tantangan KEK dalam Mendorong Ekspor'.

Elen mengatakan, ada 19 KEK yang digarap serius oleh Pemerintah Indonesia saat ini.

Sebanyak 15 di antaranya lahir sebelum terbentuknya Undang-undang Cipta Kerja, dan 4 KEK lainnya masih dalam kategori baru.

Kata dia, dari 15 KEK yang terbentuk sejak 2009-2020, sebanyak 12 KEK sudah beroperasi dan 3 lainnya dalam tahap pembangunan.

Ia menyebutkan bahwa belum semua KEK  bisa berjalan dengan optimal sebagaimana yang diharapkan saat awal pembentukan.

Hanya ada 4 KEK yang dinilai sudah optimal, namun masih perlu dorongan agar bisa ditingkatkan dan dikembangkan lagi.

Di antaranya KEK Kendal, Jawa Tengah, KEK Galang Batang di Kepulauan Riau, KEK Mandalika di NTB, dan KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara.

Beberapa KEK lain dinilai masih belum optimal dan perlu mendapatkan perhatian khusus, serta satu KEK Tanjung Api-api yang diusulkan pencabutan karena tidak bisa memenuhi syarat yang ditentukan.

"Enam KEK perlu mendapatkan perhatian khusus adalah KEK Bitung, KEK Sorong, KEK MBTK, KEK Morotai, KEK Singhasari, dan KEK Likupang."

"Perkembangannya kita anggap masih di bawah rencana semula. Sedangkan 4 KEK belum optimal namun sudah berjalan meliputi KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Arum lHoksoumawe, dan KEK Tanjung Kelayang," terangnya.

Elen melanjutkan, capaian yang dihasilkan 15 KEK meliputi Rp63,82 triliun pada komitmen investasi pelaku usaha, pada sektor realisasi investasi pelaku usaha dan BUPP hingga Juli 2021 Rp43,11 triliun.

Lalu, jumlah pelaku usaha hingga Juli 2021 sebanyak 149 pelaku usaha, total serapan tenaga kerja hingga Juli 2021 sebanyak 22.380 orang, dan nilai ekspor pelaku usaha pada 2021 Rp3, 66 triliun.

Beberapa catatan evaluasi di tingkat dewan nasional juga kementerian, terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi. 

Meliputi, regulasi termasuk syarat, prosedur, pengaturan fasilitas dan kemudahan-kemudahan, aspek kelembagaan, developer, peruasan lingkup, daya saing, serta pelayanan investasi.

"Pasca UU Cipta Kerja, kita dorong perluasan lapangan kerja dengan UU Cipta Kerja. Ada 4 KEK baru, sehingga berjumlah 19 KEK," ujarnya.

Beberapa hal yang menjadi arahan pengembangan KEK ke depan periode 2020-2025 meliputi, pengembangan wilayah yang belum berkembang, mempercepat terwujudnya industri 4.0, meningkatkan ekspor dan subtitusi impor, mempercepat pengembangan sektor jasa atau tersier, dan memperbaiki neraca perdagangan.

Selian itu, ada 10 fasilitas dan kemudahan yang diberikan pemerintah.

Mulai dari perpajakan dan kepabeanan dan cukai, lalu lintas barang, ketenagakerjaan, keimigrasian, pertanahan dan tata ruang, perizinan berusaha, infrastruktur, DNI dan positive list, helpdesk, dan KEK sebagai projek strategis nasional (PSN).

Elen menambahkan, KEK yang bisa berkembang dengan cepat harus terbangun dari beberapa hal. 

Planning yang cukup, proses ketika membangun, industri yang terbangun, dan menentukan buyer.

Artinya, KEK yang optimal harus sudah memiliki investor, fokus industri yang dikembangkan, sehingga pemerintah lebih mudah dalam memberikan fasilitas dan fasilitasi ketika terjadi persoalan.

Menurut dia, perencanaan yang matang, didukung finansial yang cukup, dan pengembangan rencana ke depan, bakal menjadi salah satu ukuran keberhasilan 4 KEK yang dianggap sudah optimal dan existing.

"Semua harus komitmen agar KEK dibangun langsung berkembang. Mulai dari kawasan hutan, dengan planning yang sudah kuat, pembiayaan juga kuat, jadi salah satu ukurannya."

"Dalam proses ini harus disiapkan SDM-nya, SDM lokal dan para pemuda diterima dan training. Kalau tidak punya perencanaan yang matang, ini jadi salah satu kendalanya," tutur Elen.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerangkan, upaya pemulihan akselerasi ekonomi dilakukan dengan berbagai kegiatan, termasuk peningkatan ekspor dan investasi dalam mempertahankan sekaigus membuka lapangan kerja baru. 

Kata dia, pada kuartal kedua, pemulihan ekonomi mencapai 7,07 persen secara YoY.

Merupakan pencapaian tertinggi dari yang dihasilkan pada 2004 lalu.

 "Ini tidak lepas atas peran kinerja industri melalui ekspor nasional yang terus membaik. Seiring dengan kenaikan harga-harga komoditas yang ada," terangnya.

Selain itu, lanjut Airlangga, BPS merilis terkait kinerja perdagangan luar negeri.

Di mana neraca perdagangan telah mengalami surplus Rp4,74 miliar, ekspor tumbuh 64,1 persen secara YoY disertai pertumbuhan impor sebesar 55,26 persen YoY. 

Capaian ini adalah surplus 16 bulan berturut-turut dengan memecahkan rekor tertinggi sejak Desember 2006.

"Komulatif surplus neraca perdagangan sejak Januari sampai Agustus capai 19,17 miliar US dolar."

"Perlu untuk dipertahankan sebagai faktor akselerasi bagi pemulihan nasional," imbuhnya.

Terkait bagaimana mendorong ekspor agar dapat tumbuh lebih baik lagi, pemerintah telah menerapkan dan menetapkan 19 KEK yang terdiri dari 11 KEK industri dan 8 KEK pariwisata.

Di antaranya, 12 KEK telah beroperasi dan 7 KEK siap dioperasikan.

Kata Airlangga, keberadaan KEK ini telah difasilitasi kegiatan ekspor sebesar Rp 3,66 triliun pada semester pertama 2021. 

Di mana kontribusi dari 166 pelaku usaha atau investor yang telah berinvestasi di KEK dan menciptakan lapangan kerja sebanyak 26.741 orang.

"Berdasarkan evaluasi yang dilakukan di sekretariat KEK, realisasi investasi dan pembangunan KEK mencapai Rp19,52 triliun dengan nilai investasi usaha Rp32,76 triliun," tambahnya.

Arilangga menegaskan, pemerintah terus mendukung perkembangan KEK dengan melakukan sejumlah transformasi kebijakan di KEK melalui UU Nomor 11 tahun 2020 tentang UU Cipta Kerja. 

Katanya, terdapat beberapa poin perubahan penyelenggaraan KEK akan menjadi aspek persyaratan, pengusulan KEK baru, peningkatan kapasitas kelembagaan di KEK, pemberian relaksasi fiscal dan pemberian kemudahan lainnya. 

Terbitnya regulasi tersebut diharapkan meningkatkan performance KEK lebih signifikan, baik dari segi peningkatan investasi maupun penyerapan tenaga kerja.

Sehingga KEK menjadi lokomotif pertumbuhan pasca krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19. 

"Salah satu KEK yang diharapkan jadi lokomotif adalah KEK Gresik. KEK lain diharapkan terus berperan dalam peningkatan ekspor dalam mendorong industri substitusi import sekaligus membuka lapangan kerja agar bisa bermanfaat untuk masyarakat di sekitarnya," tutur Airlangga.

Di samping itu, keberhasilan KEK tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Cepat lambatnya pembangunan tergantung pada sinergi yang kuat para stakeholder, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta badan usaha pembangun dan pengelola KEK.

Airlangga berharap, pemerintah daerah memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung pengembangan KEK dengan berbagai fasilitas dan kemudahan.

Antara lain, dengan penerbitan Perda terkait fasilitas dan kemudahan di daerah, serta kordinasi yang intens antara pengelola KEK dengan stake holdernya. 

"Dibutuhkan komitmen badan usaha pembangun dan pengelola dalam pengelolaan KEK sehingga betul-betul jadi wadah bagi investasi di daerah masing-masing."

"Dalam membangun sentra pertumbuhan regonal, kami harap KEK jadi mesin pemulihan ekonomi nasional untuk bangkit akibat pandemi Covid-19."

"Sekaligus jadi daya dorong dan daya saing Indonesia di tengah persaingan global," jelas Airlangga. (Sam)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved