Breaking News:

Berita Nasional

Diskusi di STAN, Denni Nilai Ekosistem Prakerja sebagai 'Rumah Cokro Raksasa' pada Era Digital

Bicara Ihwal Prakerja di STAN, Denni Singgung, Ada Apa? Prakerja sebagai 'Rumah Cokro Raksasa' pada Era Digital.

manajemen pelaksana kartu prakerja
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari. 

Selain itu, inklusivitas program terlihat karena Kartu Prakerja terbukti mampu merangkul orang-orang di perdesaan, eks Pekerja Migran Indonesia, difabel, serta mereka yang tinggal di daerah tertinggal.

Deputi Ekonomi Kantor Staf Presiden 2015-2020 ini menyatakan bahwa Program Kartu Prakerja merupakan cara pemerintah melakukan intervensi ketika terjadi kegagalan pasar.

“Saat ini terjadi ‘market failure’. Pasar pelatihan gagal menghasilkan kuantitas dan kualitas angkatan kerja secara optimal."

"Di sinilah Kartu Prakerja mendisrupsi pasar pelatihan kerja, dari yang semula top down menjadi on demand,” kata akademisi Universitas Gadjah Mada itu.

Denni Purbasari menyebut, selain pencari kerja dan karyawan terkena PHK, profil penerima Kartu Prakerja awalnya merupakan pekerja dengan gaji Rp1,3 juta per bulan atau pelaku usaha kecil dengan omzet Rp1,1 juta per bulan.

“Kami bersyukur, setelah mengikuti berbagai pelatihan di ekosistem Kartu Prakerja, mereka mampu meningkatkan keterampilan diri sehingga kesejahteraannya meningkat."

"Yang belum memiliki pekerjaan bisa diterima kerja, yang kerja kantoran statusnya naik, serta yang bergerak di bidang UMKM pun makin maju usahanya,” jelasnya.

Kepada para pengajar STAN, Denni Purbasari berpesan agar dosen meningkatkan kemampuan mengajar sehingga lulusan STAN benar-benar menjadi birokrat pemikir terbaik di bidang ekonomi.

“Input mahasiswa yang masuk STAN sudah sangat bagus, tinggal bagaimana para dosen menginspirasi mahasiswa untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka, yang mungkin saat ini mereka sendiri belum mengetahui hal itu,” kata Sarjana Ekonomi lulusan terbaik dan tercepat Universitas Gadjah Mada pada 1997 itu.

Denni pun menyarankan agar dosen menguasai subyek dengan baik, mampu menjelaskan hal kompleks dengan sederhana, memahami psikologi dan pedagogi, serta memiliki manajemen skill yang baik.

“Hal-hal itu hanya bisa kita lakukan jika seorang pengajar ‘love the subject’ dan ‘love the students’,” terang penerima beasiswa Fulbright untuk pendidikan master Policy Economics di University of Illinois at Urbana-Champaign ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved