Breaking News:

Berita Slawi

Pengelolaan Kawasan Terdampak Limbah B3 di Kabupaten Tegal, Ini 3 Lokasi yang Jadi Prioritas

Pengelolaan Kawasan Terdampak Limbah B3 di Kabupaten Tegal, Ini 3 Lokasi yang Jadi Prioritas

Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Rombongan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melakukan tinjauan langsung ke lahan dumpsite yang terkontaminasi logam di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Senin (20/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar focus group discussion (FGD) bersama Pemkab Tegal, Selasa (21/9/2021).

Ini sebagai tindak lanjut rencana pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Acara FGD yang dihadiri langsung oleh Bupati Tegal Umi Azizah, Direktur Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 (PKTDLB3) KLHK Haruki Agustina, Kepala DLH Kabupaten Tegal Muchtar Mawardi, dan pejabat lainnya, bertujuan untuk menyusun rencana aksi pengelolaan kawasan terdampak limbah B3 serta rencana pascapemulihan.

Adapun upaya perbaikan dan rencana pembangunan kedepan, melibatkan seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah pusat, daerah, desa, maupun pelaku usaha.

Dalam preskon yang berlangsung di studio Humas Pemkab Tegal, Direktur Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 (PKTDLB3) KLHK Haruki Agustina menjelaskan, ada tiga lokasi yang menjadi prioritas untuk segera dilakukan pemulihan lahan. 

Tiga lokasi yang dimaksud yaitu dumpsite limbah B3 Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna, perkampungan industri kecil (PIK) Desa Kebasen Kecamatan Talang, dan Desa Karangdawa Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.

Setelah diselenggarakan FGD, Haruki berharap ketiga lokasi tersebut dapat menjadi area pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sehingga mendukung terbentuknya ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tegal.

"Adanya FGD ini, kami berharap dapat menginisiasi roadmap dan masterplan pengelolaan kawasan terdampak limbah B3 di Kabupaten Tegal."

"Selanjutnya dapat menjadi panduan bagi semua pihak dalam mewujudkan rencana pascapemulihan lahan terkontaminasi di Desa Pesarean melalui pengembangan desa wisata religi, pengelolaan pembakaran kapur yang ekonomis dan ramah lingkungan di Desa Karangdawa, serta pengembangan infrastruktur di PIK Desa Kebasen," papar Haruki, pada Tribunpantura.com.

Haruki menyebut, KLHK melalui Direktorat Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 (PKTDLB3) telah melakukan pemulihan lahan terkontaminasi bertahap sejak tahun 2017.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved