Breaking News:

Berita Nasional

Ihwal Pelaksanaan Muktamar NU, Ketum SNNU Berharap Maslahat Umum dan Kesehatan Kiai Dikedepankan

Ihwal Pelaksanaan Muktamar NU, Ketum SNNU Berharap Maslahat Umum dan Kesehatan Kiai Dikedepankan

Istimewa
Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (Ketum SNNU), Witjaksono - SNNU berharap, pemilihan waktu Muktamar ke-34 NU mengedepankan kemaslahatan umum dan kesehatan para kiai peserta muktamar. 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Mukatamar Nahdlatul Ulama (NU) sejatinya dilaksanakan padatahun 2020 lalu.

Namun, karena dalam kondisi pandemi, pelaksanaan Muktamar ke-43 NU ditunda hingga Oktober 2021.

Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU), Witjaksono, turut menanggapi wacana terkait waktu pelaksanaan Muktamar ke-34 NU menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 25-26 September 2021.

“Kita ketahui bersama bahwa Muktamar ke-34 ini seharusnya diselenggarakan tahun 2020 lalu dan diputuskan untuk ditunda hingga Oktober 2021 karena situasi pandemi Covid-19."

"Dengan penundaan ini, artinya kita bersepakat karena memiliki kesadaran bersama bahwa kesehatan perlu menjadi prioritas utama,” ungkap Witjaksono, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/9/2021).

Menjelang Munas Alim Ulama dan Konbes NU, terdapat dua pendapat utama yang mencuat.

Pada satu pihak menginginkan Muktamar tetap diselenggarakan tahun 2021 dan pihak lain berharap pada tahun berikutnya.

“Melihat adanya perbedaan pendapat terkait pelaksaan muktamar, mari kita sejenak berpikir kembali ke belakang."

"Selain jangka waktu yang singkat untuk persiapan Muktamar dan banyaknya Konfercab yang tertunda akibat pembatasan kegiatan (PPKM), persoalan utama kita hari ini adalah bagaimana agar seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para kiai dapat terhindar dari penularan Covid-19,” kata putra daerah asal Pati, Jawa Tengah (Jateng) ini.

Karena itu, menurut dia, seyogyanya pelaksanaan Mukatamar tak dipaksakan dihelat pada Oktober 2021 ini.

Mengingat, NU adalah organisasi masyarakat (Ormas) terbesar di negeri ini, sehingga setiap sikap dan keputusannya menjadi sorotan hampir seluruh komponen bangsa.

Terlebih, selama pandemi ini pengurus NU pada setiap tingkatan tetap bekerja untuk kemaslahatan umat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved