Breaking News:

PSIS Semarang

Batal Gabung Kembali dengan PSIS Semarang, Budi Kurnia Nganggur, Jual Rumah untuk Keperluan Ini

Batal Gabung Kembali dengan PSIS Semarang, Budi Kurnia Nganggur, Jual Rumah untuk Keperluan Ini kursus kepelatihan lisensi A AFC

Twitter/@budikurnia
Mantan pelatih fisik PSIS Semarang, Budi Kurnia. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Mantan pelatih fisik PSIS Semang medio 2018-2019, Budi Kurnia, gagal kembali ke tim Laskar Mahesa Jenar, karena pembicaraan perihal kontrak yang tak tuntas.

Imbasnya, Budi Kurnia kini menganggur tak terikat dengan klub manapun.

Karena ketiadaan pekerjaan dan ingin mengikuti kursus kepelatihan berlisensi A AFC, Budi Kurni bertekad menjual rumah pribadi, yang selama ini menjadi kediamannya.

Diketahuui, Budi Kurnia saat ini berstatus tanpa klub pascakontraknya dengan klub Liga 2 Muba Babel United berakhir.

Selepas berpisah dengan Muba Babel United, Budi sempat mendapat tawaran kembali ke PSIS Semarang untuk kompetisi Liga 1 musim 2021.

Hanya saja di tengah proses komunikasi kedua belah pihak, ada hal yang membuat pembicaraan mandek pada saat proses negosiasi.

Minat PSIS tersebut juga atas rekomendasi General Manager PSIS, Wahyu "Liluk" Winarto dan asisten pelatih Imran Nahumarury.

"Belum lama ini saya mendapat tawaran bergabung kembali ke PSIS. Namun saya terlambat hadir ke Semarang untuk pembahasan lebih lanjut. Itu karena ada beberapa kegiatan di Garut yang tidak bisa saya tinggalkan," ungkap Budi Kurnia kepada Tribunjateng.com.

"Cukup saya sesalkan gabung ke PSIS karena sebetulnya pembicaraan belum selesai. Dari hati saya, saya masih berharap kembali ke PSIS suatu saat nanti," jelasnya.

Adapun rumah yang akan ia jual yakni rumah milik pribadinya yang berlokasi di Perum Griya Intan Asri Blok B16, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut.

Rumah dengan luas tanah 98 meter persegi tersebut merupakan tempat kediamannya selama ini. Agar lebih cepat terjual, Budi mengiklannya di instagrsm pribadinya @budi.kurnia.

"Bisa kontak saya 085353192925, kalau rumah ini terjual saya masih bisa tinggal di rumah orang tua sementara waktu," ucapnya.

Dia mengatakan, keinginan menjual rumah juga untuk modal mengikuti kursus kepelatihan lisensi A AFC nantinya. Kursus tersebut memang diketahui membutuhkan biaya yang lumayan besar.

"Saya jual karena sementara masih jobless (belum ada pekerjaan melatih klub --red), kemudian saya jual rumah juga untuk ikut kursus lisensi A AFC," ucap pria asal Garut tersebut.

"Harapan saya semoga rumah segera terjual dan saya mendapatkan job baru," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved