Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

Bantu Peternak Ayam Petelur dan Masyarakat Tedampak Covid-19, Cargill Indonesia Gelontor Rp1,7 M

Bantu Peternak Ayam Petelur dan Masyarakat Tedampak Covid-19, Cargill Indonesia Gelontor Rp1,7 M

Dok Cargill Indonesia
Peternak yang bekerja sama dengan Cargill Indonesia dalam program Kampung Peduli Gizi, memperlihatkan peternakan ayam petelur, yang siap membantu menyuplai protein masyarakat terdampak pandemi Covid-19. 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA – Cargill Indonesia menggagas Kampung Peduli Gizi, untuk memperbaiki pasokan protein masyarakat di Jawa dan Sulawesi.

Program senilai Rp1,7 miliar atau setara 120.000 USD ini, untuk membangun tiga pusat pembelajaran terpadu di Magelang, Pasuruan, dan Sidrap, untuk melatih sekitar 1.000 peternak tentang produksi telur.

Nantinya, telur dari ketiga pusat pelatihan ini akan diberikan kepada 3.000 masyarakat setempat yang mengalami kesulitan dalam memenuhi asupan protein saat pandemi Covid-19.

"Dalam hal ini, Cargill akan bekerjasama dengan Cempaka Foundation, PINSAR Petelur Nasional Magelang, dan LOC Makasar untuk melaksanakan modul-modul pelatihan yang juga merupakan salah satu aksi dari respon cepat tanggap perusahaan terhadap Covid-19 di Indonesia untuk memperbaiki taraf kehidupan masyarakat setempat," kata Max Park, Managing Director of Cargill Animal Nutrition, Malaysia & Indonesia, dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2021).

Lebih dari ini, menurutnya, secara nasional Cargill juga telah memberikan donasi senilai 1,6 Juta USD dalam bentuk penyediaan stok sembako, alat kesehatan dan obat-obatan untuk membantu masyarakat dan pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi hingga saat ini.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif Cargill Indonesia melalui Cempaka Foundation dalam membantu memperkuat pemberdayaan masyarakat setempat.

Khususnya para peternak, sehingga dapat lebih maksimal dalam mengelola peternakan ayam petelur.

Menurutnya, selama pandemi, rantai pasokan protein mengalami keterhambatan yang mana sangat berdampak kepada peternak, masyarakat, dan perekonomian nasional.

"Oleh karena itu, program seperti ini sangat penting karena dapat meningkatkan keahlian dan kecakapan para peternak dalam mengelola perternakan mereka, meningkatkan produktivitas peternakan, meningkatkan efisiensi, menjaga pasokan protein, dan meningkatkan taraf kehidupan mereka,” katanya.

Pada masing-masing pusat pelatihan, peternak setempat akan memperoleh beragam pengetahuan yang terdapat di dalam modul pelatihan, seperti pengetahuan tentang manajemen produksi telur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved