Berita Jateng

Dokter Spesialis Sebut Angka Kematian karena Penyakit Jantung Lebih Tinggi Ketimbang Covid-19

Menjaga kesehatan jantung pada masa pandemi Covid-19 sangat dianjurkan. Pembatasan aktivitas untuk pencegahan

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
IST
Tangkapan layar diskusi terkait kesehatan jantung yang diadakan Primaya Hospital 

Semisal, diabetes (4 persen), penyakit pernapasan atau respiratory disease (8 persen), dan penyakit lain.

Dokter Fachmi pun membeberkan sejumlah penyebab yang menyebabkan seseorang gampang terserang penyakit jantung.

1. Kurang beraktivitas fisik, terutama olahraga

Selama pandemi, di rentang waktu tertentu pemerintah mengetatkan aturan yang membuat seseorang dianjurkan tidak boleh kemana-mana atau stay at home.

"Kebiasaan di rumah, tidak ada aktifitas fisik meningkatkan potensi terjadi penyakit jantung, kolesterol meningkat," jelasnya.

2. Makan makanan tidak sehat

Mengonsumsi junk food atau fast food yang berlebihan meningkatkan pengaruh pada kondisi jantung.

Makanan yang digoreng dan mengandung lemah jenuh bisa mengundang plak atau endapan di pembuluh darah yang mengakibatkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.

Timbul lah penyakit jantung, bisa juga stroke.

Terlalu banyak garam atau sodium juga bisa meningkatkan tekanan darah.

"Makanan yang dianjurkan yakni asam lemak omega-3 dan omega-6, serat, antioksidan, potasium, dan fitosterol atau minyak nabati," kata dokter Fahmi.

3. Merokok

Merokok bisa mengakibatkan risiko empat kali lipat terkena penyakit jantung. 20 menit tidak merokok denyut jantung dan tekanan darah turun, 12 jam tidak merokok karbon monoksida dalam darah bergerak ke normal.

Lalu, 2-12 pekan tidak merokok ada peningkatan fungsi paru-paru.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved