Breaking News:

Kriminal dan Hukum

Nelayan Cilacap Terancam 8 Tahun Penjara dan Denda Rp1,5 M, Tersangka Penyelundupan Benih Lobster

Nelayan Cilacap Terancam 8 Tahun Penjara dan Denda Rp1,5 M, Tersangka Penyelundupan Benih Lobster

Tribunpantura.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melihat benih lobster yang dikumpulkan oleh tersangka Yan Perkasa Damami, seorang nelaya asal Kabupaten Cilacap, saat gelar perkara di Mako Polairud Polda Jateng, Kamis (29/9/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Polda Jateng gagalkan upaya penyelundupan benih bening lobster di Kabupaten Cilacap.

Ribuan benih jenis lobster mutiara, maupun lobster pasir berhasil diselamatkan Satgas Benih Bening Lobster (BBL) yakni Ditpolairud bersama Ditreskrimsus Polda Jateng bersama instansi terkait.

Pelaku yang ditangkap bernama Yan Perkasa Damami seorang nelayan warga Kabupaten Cilacap.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan penyelundupan tersebut terbongkar pada Selasa (10/8/2021) lalu.

Ditpolairud Polda Jateng mendapatkan laporan bahwa seorang nelayan mengumpulkan benih. 

"Kemudian dilakukan pembuntutan, pengamatan, pengembangan oleh penyidik kami."

"Tanggal (31/8/2021) lalu Ditpolairud Polda Jateng menangkap satu orang yang diduga pelaku," ujar dia, saat konfrensi pers di Mako Polairud Polda Jateng, Rabu (29/9/2021).

Menurut Kapolda, dari tangan pelaku diamankan total 9.320 ekor benih lobster yang dikemas di 53 plastik.

Rinciannya 1.200 ekor benih lobster mutiara, dan 8.120 ekor benih lobster pasir.

Pihaknya mentaksir kerugian negara akibat ulah tersangka mencapai Rp2,3 miliar.

"Tersangka dijerat 92 Jo pasal 26, ayat 1 Undang Undang RI no 11 tahun 2020, tentang cipta kerja tentang perubahan atas UU RI no 45 tahun 2009, tentang perubahan atas UU RI no 31 tahun 2004 Tentang Perikanan dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar," jelasnya 

Kapolda mengatakan polisi akan melakukan pengembangan pengungkapan kasus tersebut, apakah sebelumnya terdapat penyelundupan lainnya.

Pihaknya tidak segan-segan menindak tegas para pelaku penyelundupan.

"Adanya satgas ini selaras dengan kebijakan Kapolri, benih lobster tidak dikirim ke luar negeri dan masih tetap di dalam negeri untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved