Breaking News:

Berita Slawi

Pengedar Obat-obatan Terlarang di Tegal Ini Sasar Para Remaja

Dua tersangka kasus penyalahgunaan obat psikotropika yaitu SD (20) dan RA (25) diamankan Satuan Narkoba Polres Tegal, Kamis (23/9/2021) lalu.  

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
IST
KBO Satresnarkoba Polres Tegal Iptu Mumin (kiri), saat menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Dua tersangka kasus penyalahgunaan obat psikotropika yaitu SD (20) dan RA (25) diamankan Satuan Narkoba Polres Tegal, Kamis (23/9/2021) lalu.  

Pengungkapan dua tersangka, berawal dari petugas mengamankan tersangka SD yang beralamat di Desa Trayeman RT 4 RW 4, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.

Setelah dilakukan penyidikan lebih lanjut, petugas menangkap satu tersangka lain yakni RA yang diketahui mengedarkan obat psikotropika.

''Pada hari Kamis (23/9/2021) lalu, Sat Narkoba Polres Tegal mengamankan dua orang yakni SD dan RA yang diduga mengedarkan obat yang masuk dalam golongan psikotropika di pinggir jalan.

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa obat jenis double Y 1000 butir," ungkap Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at, melalui Kasat Narkoba Polres Tegal Iptu Triyatno, Rabu (29/9/2021). 

Dijelaskan, tersangka RA bekerja di salah satu kedai minuman di wilayah Kabupaten Tegal. 

Pelaku mengedarkan obat psikotropika sudah 6 bulan dan menyasar pembeli yang masih remaja. 

Modus yang digunakan yaitu dengan menawarkan ke target kemudian cash on delivery (COD) atau pembayaran saat barang tiba. 

Pelaku melakukan proses pemasaran di luar kedai tempatnya bekerja dengan memanfaatkan media sosial. 

''Setelah pengembangan terhadap RA, kami mengamankan barang bukti 1 paket berisi 200 butir tramadol, serta 11 butir Riklosa Clonazepam yang siap diedarkan di wilayah hukum Polres Tegal,'' jelasnya.

Atas perbuatan tersangka SD, disangkakan dengan pasal 197 sub 196 jo pasal 98 ayat (2) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. 

Sedangkan untuk tersangka  RA, dikenakan pasal 197 sub 196 jo pasal 98 ayat (2) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan atau pasal 62 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika. 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved