Breaking News:

Berita Batang

Staf Ahli Menko Pulhukam : Harus Ada Antisipasi KIT Batang Bawa Pergeseran Nilai Budaya

Adanya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dimungkinkan akan membawa pergeseran nilai

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DINA INDRIANI
Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi, Irjen Pol. Dr. Agung Makbul bersama Bupati Batang wihaji dan jajaran OPD saat melakukan rapat koordinasi mengenai KIT Batang di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batang, Rabu (29/9/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Adanya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dimungkinkan akan membawa pergeseran nilai budaya bagi warga setempat.

Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi, Irjen Pol. Dr. Agung Makbul mengatakan masyarakat harus memiliki rasa aman di bidang politik, hak asasi manusia, makanan, ekonomi dan lainnya.

“Perlu adanya pengendalian karena nantinya akan banyak tenaga kerja asing di KIT Batang yang merupakan sebuah tantangan, jadi jika kedepan ada kendala, harus dilakukan antisipasi lebih awal,” tuturnya saat melakukan kunjungan kerja dalam menyambut KIT Batang, di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batang, Rabu (29/9/2021).

Dikatakannya, KIT Batang yang memiliki luas 4.300 hektar dijadikan percontohan untuk mengembangkan kawasan industri di daerah lain, melihat posisinya sangat strategis di berbagai aspek.

“Ada berbagai industri unggulan di dalamnya, seperti industri kaca terbesar di Asia Tenggara yang terletak di Kabupaten Batang dengan nilai historisnya,” imbuhnya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan perkembangan pembangunan KIT Batanh saat ini infrastruktur penunjang telah disiapkan seperti jalan, listrik, gas dan lainnya.

Ia memastikan UMKM di Kabupaten Batang juga sangat kompetitif. 

“Perbandingannya jika di daerah lain UMKM Rp4,7 juta, di Batang hanya Rp2,1 juta, itu sama artinya terjadi efisien hingga Rp15 miliar per bulan dengan 5 ribu karyawan,” ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut dia investor yang masuk didominasi dari Penanam Modal Asing (PMA), yakni Korea, Jerman, Amerika dan India.

“Setelah peletakan batu pertama KCC Glass dari Korea, Oktober nanti LG dari Korea juga akan menyusul dengan luas lebih dari 200 hektar,"pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved