Breaking News:

Berita Pendidikan

Tes Swab Acak di Kabupaten Tegal Temukan 2 Siswa SMA Positif Covid-19, Sekolah Ditutup 14 Hari

Hasil Tes Swab Antigen Acak terhadap pelajar di Kabupaten Tegal, Dua Siswa SMA Positif Covid-19, Sekolah Ditutup 14 Hari. swab antigen random

Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Bupati Tegal Umi Azizah, saat ditemui Tribunpantura.com, pada Rabu (29/9/2021) di halaman Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Antisipasi terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan sekolah, Pemkab Tegal melalui dinas terkait dan Gugus Tugas Covid-19 mengadakan tes swab antigen acak ke beberapa sekolah.

Swab antigen acak ini menyasar para siswa dan guru yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. 

Hasilnya, menurut Bupati Tegal Umi Azizah yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tegal, ditemukan dua siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

Adapun dua siswa tersebut merupakan pelajar dari salah satu SMA negeri di wilayah Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal

"Belum lama ini kami mengadakan swab acak di SMAN daerah Margasari, dari sampling 30 siswa hasilnya 2 positif Covid-19 dan 28 siswa lainnya negatif."

"Untuk menekan risiko penyebaran akhirnya sekolah tutup selama 14 hari dan melanjutkan pembelajaran secara daring," ungkap Umi, pada Tribunpantura.com, Rabu (29/9/2021).

Setalah ditemukan dua siswa positif Covid-19, lanjut Umi, Dinas Kesehatan langsung melakukan tracing kepada kontak erat keduanya.

Dari 20 orang kontak erat semuanya menunjukkan hasil negatif Covid-19.

Selain di SMAN Margasari, tim juga melakukan tes acak di SMPN 1 Margasari, hasilnya dari sampling 15 siswa semuanya negatif Covid-19.

Selain itu, tes acak juga berlangsung di SMPN 1 Adiwerna, hasilnya dari sampling 15 siswa semuanya menunjukkan negatif Covid-19.

"Jadi tiap sekolah diambil sampel antara 10-15 orang, jumlah tersebut terdiri dari siswa dan guru."

"Ya adanya tes acak ini sebagai evaluasi berlangsungnya pembelajaran tatap muka (PTM) juga."

"Namun sejauh ini saya baru menerima dua laporan siswa yang positif Covid-19 sisanya negatif," terang Umi.

Umi menilai, kesadaran masyarakat mengenai protokol kesehatan semakin meningkat terutama untuk mengenakan masker saat keluar rumah atau beraktivitas.

Saat memantau secara langsung kegiatan vaksinasi Covid-19 di desa-desa, Umi mengatakan warga sangat antusias. 

Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah orang yang mendaftar melebihi target yang ditentukan.

"Saya akan terus memantau secara langsung terutama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang memang sedang kami gencarkan."

"Alhamdulillah warga semakin antusias dan harapan saya target 50-70 persen warga Kabupaten Tegal tervaksin bisa segera tercapai," ujarnya. (dta)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved