Breaking News:

Berita Slawi

Kawasan Budidaya Ikan Nila Desa Kaligayam Tegal Akan Tambah Bibit dan Jadi Spot Foto Selfie

Budidaya ikan nila yang dikelola oleh Karang Taruna Bangkit Jaya, Desa Kaligayam, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal belum lama ini berhasil

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Suasana di tempat Budidaya ikan nila yang dikelola oleh Karang Taruna Bangkit Jaya, Desa Kaligayam, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jumat (1/10/2021). Terlihat warga sedang memberi pakan ikan atau sekedar melihat-lihat. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Budidaya ikan nila yang dikelola oleh Karang Taruna Bangkit Jaya, Desa Kaligayam, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal belum lama ini berhasil memanen 200-300 kilogram ikan nila.

Berhasil menyulap saluran air limpasan sungai kaligung sepanjang 75 meter dan lebar 4,5 meter menjadi lebih menarik, pasca panen tempat budidaya ikan air tawar jenis nila ini berencana menambah bibit ikan dan spot foto sebagai penambah daya tarik pengunjung.

Ditemui di lokasi, Ketua Karang Taruna Desa Kaligayam, Kecamatan Talang Irfan Winanda menuturkan, selain rencana menambah bibit ikan dan area spot foto, selama dua minggu mulai tanggal 1-14 Oktober 2021 pihaknya melakukan pembersihan area.

Pembersihan yang dimaksud mulai mengeringkan air, memindahkan ikan nila ke kolam terpal sementara, membersihkan aliran sungai dari lumpur, sampah, dan lain-lain.

Setelah selesai dibersihkan, ikan nila dikembalikan ke tempat awal dan ditambah dengan bibit yang baru.

"Ya rencana pembersihan selama dua minggu, namun untuk pemindahan ikan kami tetap menunggu air surut dulu baru bisa kami kerjakan.

Kalau jumlah ikan nila pasca panen sekitar 3-5 ribu ekor dan nanti akan kami tambah bibit lagi," tutur Irfan, pada Tribunjateng.com, Jumat (1/10/2021).

Irfan menyebut, jika mendapat persetujuan dari Balai Besar Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pemali Comal, ia berencana memperluas area budidaya ikan nila sekitar 30 meter lagi.

Nantinya di lahan tersebut rencana akan digunakan sebagai kolam ikan lele, tujuannya supaya bisa melakukan panen setiap dua bulan sekali.

Mengingat untuk ikan nila biasanya membutuhkan waktu sampai 5 bulan baru bisa dipanen.

"Kalau tiket masuk kami tidak ada patokan karena ini kan sifatnya fasilitas umum, jadi paling hanya menjual pakan ikan yang per cup atau wadah diberi harga Rp 2 ribu saja, selain itu kami tidak memungut tarif apapun," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Karangtaruna Kabupaten Tegal Edi Sulistiyanto menambahkan, hadirnya budidaya ikan nila di daerah Desa Kaligayam harapannya bisa membangkitkan perekonomian warga sekitar.

Selain itu masyarakat juga mendapat pilihan wisata atau tempat untuk mengisi waktu luang yang lainnya.

"Rencana kami kedepan, selain di Kaligayam kami juga akan mengembangkan di lokasi lain yaitu Desa Gumalar Kecamatan Adiwerna, namun berbeda konsep yang kali ini fokus membuat cafe atau restoran di atas sungai. 

Kemudian ada lagi di Desa Purbasana Kecamatan Tarub, yaitu rencana memanfaatkan embung yang sudah lama tidak terawat untuk pemancingan dan spot foto selfie," ungkap Edi.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved