Breaking News:

Berita Pekalongan

Pemkot Pekalongan Advokasi Rumah Ibadah Ramah Anak, Wujudkan Komitmen Kota Layak Anak

Pemkot Pekalongan Advokasi Rumah Ibadah Ramah Anak, Wujudkan Komitmen Kota Layak Anak

Diskominfo Kota Pekalongan
Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin saat memberikan sambutan di advokasi rumah ibadah anak di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Selasa (5/10/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan sangat serius dan berupaya selalu hadir dalam rangka memberikan perlindungan dan perhatian yang besar dalam berbagai program terhadap anak.

Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Kota Pekalongan sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Sebagai salah satu indikator perwujudan KLA tersebut adalah adanya Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA).

Sehubungan hal tersebut, DPMPPA Kota Pekalongan melaksanakan advokasi rumah ibadah anak yang dibuka secara langsung oleh Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Selasa (5/10/2021).

Wawalkot Salahudin mengungkapkan bahwa, institusi keagamaan sebagai tempat yang strategis dalam melaksanaan pembinaan anak adalah rumah ibadah.

Di samping anak-anak dapat belajar agama moral juga ikut di bina sekaligus dapat mendekatkan anak pada lingkungan keagaman sedini mungkin. 

"Rumah ibadah merupakan ruang publik untuk beribadah, jangan sampai membuat trauma yang jelek terhadap anak-anak."

"Rumah ibadah yang ramah anak ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk dikembangkan menjadi tempat anak-anak berkumpul, melakukan kegiatan positif, inovatif, kreatif dan rekreatif yang aman dan nyaman dengan dukungan orangtua dan lingkungannya," ungkap Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin.

Menurut Wawalkot Salahudin, dunia anak adalah dunia bermain sehingga kegembiraan mereka adalah saat bermain, dimanapun mereka berada, termasuk saat mereka berada di rumah ibadah.

Rumah Ibadah memiliki peran yang strategis dalam menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi mewujudkan lingkungan yang ramah anak serta melindungi mereka dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

"Tentu saja tetap dilihat situasi dan kondisinya, bagaimana mengajak anak ke tempat ibadah dengan diselingi menyediakan buku-buku bacaan menarik tentang agama yang dilengkapi visualisasi gambar yang disukai anak."

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved