Breaking News:

Berita Jateng

Serahkan Berkas ke Auditor Publik, Ahmad Toha: Lazismu Jateng Paling Siap untuk Audit 2020

Serahkan Berkas ke Auditor Publik, Ahmad Toha: Lazismu Jateng Paling Siap untuk Audit 2020

Dok Lazismu Jateng
Kantor Auditor Publik AR Utomo menerima penyerahan berkas untuk kepentingan audit dari Lazismu Jateng, di Aula Hotel Candi Indah Semarang, Senin (4/10/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Tengah (Jateng) resmi menyerahkan berkas audit tahun 2020 ke Kantor Auditor Publik AR Utomo.

Penyerahan berkas audit dilakukan di di Aula Hotel Candi Indah Semarang, pada Senin (4/10/2021) kemarin.

Berkas audit keuangan diserahkan Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dodok Sartono, kepada Ahmad Toha sebagai Ketua Auditor Kantor Auditor Publik AR Utomo, didampingi KH Drs.Tafsir.M.Ag, selaku Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah.

Audit untuk tahun 2020 ini dilakukan secara menyeluruh menyeluruh.

"Meliputi, 35 Lazismu Daerah se-Jawa Tengah, bertambah 7 daerah dari tahun sebelumnya 28 daerah," kata Dodok Sartono, dalam keterangannya, Selasa (5/10/2021).

Dituturkan, serah terima berkas audit diikuti 90 peserta dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Sementara itu, Ahmad Toha dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Lazismu Jawa Tengah, sebagai Lazismu yang paling siap untuk diaudit, dan yang pertama dibanding wilayah lain di seluruh Indonesia.

"Tentu ini sangat menggembirakan sebagai wujud mempertahankan kepercayaan masyarakat," ucapnya.

Hal yang sama disampaikan KH.Drs.Tafsir,M.Ag dalam sambutannya.

Ia mengatakan, Lazismu Jawa Tengah harus terus berbenah, mempertahankan kepercayaan masyarakat, dan terus mencari formula baru dalam mengelola Zakat Infak dan Sedekah (ZIS).

Sehingga persoalan-persoalan baru yang menyangkut pembangunan rumah sakit PKU Muhammadiyah dan AUM lain di semua titik bisa terjawab oleh Lazismu melalui keputusan Dewan Syariah.

"Ini penting bagi Lazismu kedepan, bersama Badan Pengawas untuk mereformula kebijakan, sehingga keberadaannya selalu dibutuhkan masyarakat."

"Terutama dalam menjawab persoalan keummatan dan kemasyarakatan", jelas Kyai Tafsir sebelum membuka acara audit.

Audit dilaksanakan selama 6 hari dari tanggal 4 hingga 9 Oktober 2021, dikelompokkan berdasar 6 ekskaresidenan di Jawa Tengah. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved