Breaking News:

Berita Pekalongan

Wali Kota Pekalongan Minta Generasi Penerus Tak Lupa Perjuangan Para Pahlawan

Peristiwa 3 Oktober senantiasa diperingati oleh Pemerintah Kota Pekalongan bersama seluruh masyarakat setempat.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
IST
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat menjadi irup upacara pada upacara Peringatan Pertempuran 3 Oktober 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Peristiwa 3 Oktober senantiasa diperingati oleh Pemerintah Kota Pekalongan bersama seluruh masyarakat setempat.

Peristiwa bersejarah yang merupakan momen heroik masyarakat Pekalongan menyambut proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945 dimana pada waktu itu permasalahan yang timbul adalah upaya pengambil alihan kekuasaan pemerintah dari tangan Jepang di Kota Pekalongan.

Mengingat masih dalam pandemi Covid-19 Pemkot Pekalongan menyelenggarakan upacara Peringatan Pertempuran 3 Oktober yang digelar secara sederhana dan terbatas, di Halaman Setda Kota Pekalongan, Kota Pekalongan,Jawa Tengah, Minggu malam (3/10/2021).

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengatakan, bahwa meski peringatan pertempuran 3 Oktober ini digelar secara sederhana, namun tidak menghilangkan makna yang terkandung di dalam peristiwa bersejarah tersebut.

"Tidak ada acara drama kolosal, maupun teatrikal yang menceritakan aksi heroik dalam merebut kemerdekaan dari tangan Jepang yang sudah menyerah kepada sekutu di Kota Pekalongan. Kendati demikian, hal ini tidak mengurangi makna semangat perjuangan yang ada," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (4/10/2021).

Menurutnya, peringatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat guna menelusuri kembali nilai-nilai kesejarahan yang telah dilakukan oleh para pahlawan dalam melawan penindasan dan pejajahan di bumi pertiwi ini khususnya di Kota Pekalongan

"Alhamdulillah pada tahun ini untuk upacara Peringatan Pertempuran 3 Oktober sudah bisa dilakukan walaupun secara sederhana, keluarga para pejuang bisa kami undang dan sebagai bentuk rasa terima kasih Pemkot Pekalongan."

"Kami juga memberikan tali asih kepada, mereka atas jasa-jasa para pejuang terdahulu yang telah gugur melawan penjajah," ujarnya.

Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan berpesan, dulu para pejuang dengan keterbatasan senjata, diiringi dengan semangat persatuan serta kesatuan serta mental pemberani dapat mengusir penjajah, maka saat ini sebagai generasi penerus bangsa dapat meneruskan kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

"Sebagai generasi muda, semangat jangan sampai lupa akan perjuangan para pahlawan kita yang sudah luar biasa jasa-jasanya.

Pasti ini tidak bisa terjadi seperti ini, kalau tidak ada jasa jasa pejuang terdahulu kita," imbuhnya.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved