Breaking News:

Berita Slawi

Nasib Nenek Watri Lansia Sebatang Kara Bikin Terenyuh, Bupati Tegal Turun Tangan Serahkan Bantuan

Nasib Nenek Watri Lansia Sebatang Kara Bikin Terenyuh, Bupati Tegal Turun Tangan Serahkan Bantuan

Humas Pemkab Tegal
Bupati Tegal Umi Azizah, saat memberikan bantuan secara simbolis kepada nenek Watri, untuk dipergunakan supaya rumah tempat tinggalnya layak huni, Senin (4/10/2021) kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Nasib Watri (76), warga Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal ini, bikin terenyuh.

Betapa tidak, di usian begitu senja, ia tinggal sebatang kara di rumah tak layak huni (RTLH) yang berada di atas tanah bukan miliknya.

Bupati Tegal, Umi Azizah pun turun tangan memberikan bantuan secara langsung untuk nenek Watri.

Nenek Watri pun tak menyangka jika rumahnya didatangi orang nomor satu di Kabupaten Tegal

Kunjungan Bupati Tegal Umi Azizah ini dilakukan setelah menerima laporan dari warga tentang kondisi Watri, janda lansia yang tinggal sendiri di rumah tidak layak huni (RTLH) berukuran 2,8 x 3,5 meter.

Di sini, Umi menyalurkan dana bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal senilai Rp5 juta untuk membantu merehabilitasi sementara rumah tinggal Watri. 

Bantuan tersebut, lanjut Umi, sekedar untuk merapikan agar layak dihuni.

“Bantuan untuk merehab secara permanen tidak bisa kita berikan karena lahan yang ditempati nenek Watri bukan peruntukannya."

"Jadi ini sifatnya semi permanen yang penting layak huni dulu,” kata Umi, dalam rilis yang diterima Tribunpantura.com, Rabu (6/10/2021). 

Bantuan dana dari Baznas tersebut diterima langsung oleh Watri, disaksikan kepala desa setempat dan Camat Suradadi di depan rumah Watri yang sedang diperbaiki sejumlah pemuda Ansor Nahdatul Ulama (NU). 

Sebelumnya, berhasil dihimpun dana swadaya dari warga sekitar sebesar Rp2,5 juta yang dibelikan material seperti kayu.

Watri sendiri telah menempati rumah tersebut selama lebih dari 11 tahun dan warga sekitar juga kerap memberikan bantuan untuk mencukupi kebutuhan pokok Watri, termasuk perbaikan swadaya dari warga setempat.

Saat meninjau kondisi lingkungan permukiman sekitar tempat tinggal Watri, Umi pun menitip pesan kepada Kepala Desa Harjasari untuk membantu menata prasarana lingkungan setempat. 

“Meski status lahannya di sini bukan milik warga, akan tetapi untuk kepentingan kesehatan lingkungan, prasarana seperti saluran pematusannya harus ditata,” pesan Umi. 

Adapun Watri usai menerima bantuan menyampaikan apresiasi dan rasa senangnya. 

“Saya sangat berterima kasih kepada ibu Bupati yang sudah memberikan bantuan untuk perbaikan rumah saya,” pungkas Watri. (dta) 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved