Berita Jateng

Kisah Guru Honorer di Jateng Lolos PPPK: Sujud Syukur dan Hadiahi Pisang ke Pengurus PGRI

Kisah Guru Honorer di Jateng Lolos PPPK: Sujud Syukur dan Hadiahi Pisang ke Pengurus PGRI

Tribunpantura.com/Mamduk Adi P
Sejumlah guru honorer yang lolos seleksi PPPK sujud syukur usai beraudiensi dengan pengurus PGRI Jateng, Jumat (8/10/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan nama-nama guru honorer yang lulus seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Jumat (8/10/2021).

Hasil pengumuman ini merupakan gelombang pertama pada 2021.

Direncanakan pada tahun ini, pemerintah akan menggulirkan seleksi PPPK hingga tiga gelombang.

Jumlah guru honorer yang dinyatakan lulus seleksi mencapai 173.329 orang.

"Sebanyak 173.329 guru honorer berhasil lolos pada ujian pertama ini dan akan segera diangkat menjadi guru PPPK."

"Jumlah ini merupakan yang terbesar dan menjadi sejarah perekrutan dalam jumlah besar," kata Mendikbudristek, Nadiem A Makarim saat mengumumkan hasil seleksi ASN PPPK secara virtual.

Pemerintah pusat menyediakan 1.002.616 formasi guru PPPK pada 2021 ini.

Namun, hanya 506.252 yang diajukan pemerintah daerah.

Dari jumlah itu, hanya 322.665 yang mendapatkan pelamar pada ujian pertama.

Kemudian setelah melewati tes seleksi, hanya 173.329 guru honorer yang berhasil lulus dan mengisi formasi tersebut.

Artinya, sekitar 53,7 persen formasi guru telah terisi.

Di Jawa Tengah, pengumuman hasil tersebut merupakan hari bersejarah bagi sejumlah guru honorer.

Sudah lama mengabdi akhirnya diangkat dan diakui serta dijamin kesejahteraannya oleh negara.

Ungkapan suka cita itu diungkapkan guru honorer dengan mengucapkan terima kasih kepada pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jateng.

Para guru honorer tersebut juga memberikan pisang dan sejumlah buah-buahan kepada pengurus PGRI.

"Kami, para guru honorer nonkategori berterimakasih kepada pemerintah."

"Kami juga berterima kasih kepada pengurus PGRI karena telah memperjuangkan nasib kami."

"Serta mengadakan pelatihan dan memberikan kisi-kisi tes PPPK," kata Ketua Umum DPP Forum Honorer Nonkategori Indonesia, R Sutopo Yuwono, saat beraudiensi dengan pengurus PGRI Jateng di Semarang.

Guru SDN Sendangsari Purwodadi Kabupaten Purworejo ini menuturkan, di tengah-tengah kebahagiaan ini, masih ada sejumlah guru honorer yang tidak lolos dan masih berjuang pada gelombang berikutnya.

"Kami meminta pengurus PGRI tetap memperjuangkan teman-teman kami yang belum lulus," tandasnya.

Selain itu, mereka juga bersujud syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada tuhan yang telah memberikan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sementara, Ketua PGRI Jateng, Muhdi menyatakan apresiasinya kepada pemerintah karena telah memberikan penghargaan atau afirmasi kepada guru honorer.

Ada sejumlah kebijakan afirmasi kepada para guru honorer, yang memudahkan sehingga bisa lolos dan diangkat menjadi PPPK.

"Terimakasih kepada pemerintah, mereka akhirnya bersedia untuk menunjukan rasa sayang dan kepedulian kepada guru honorer."

"Penundaan pengumuman PPPK guru itu ternyata membuahkan hasil yang positif bagi teman-teman honorer."

"Yang awalnya tidak lolos, setelah penundaan dan pemberian afirmasi tambahan menjadi lolos," ucapnya.(mam)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved