Breaking News:

Berita Pekalongan

Serunya Belajar Membatik Bareng 510 Siswa SD di Pekalongan, Amat: Kita Gelar selaam 10 Hari

Serunya Belajar Membatik Bareng 510 Siswa SD di Pekalongan, Amat: Kita Gelar selaam 10 Hari

TribunPantura.com/Indra Dwi Purnomo
Siswa SD sedang belajar membatik di Museum Batik Pekalongan, Senin (12/10/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan menggelar pelatihan membatik bagi 510 siswa sekolah dasar (SD) di ruang praktik Museum Batik Pekalongan.

Pelatihan muatan lokal membatik yang bersinergi dengan Museum Batik Pekalongan ini mengusung tema Lestari Batikku Terlindungi Alamku.

Kepala Seksi Kelembagaan SD Dindik Kota Pekalongan, Amat Farokhim, mengungkapkan pelatihan membatik ini diselenggarakan selama 10 hari, sejak Sabtu (9/10/2021) hingga (18/10/2021).

"Kota Pekalongan punya warisan dunia yakni batik, melalui kegiatan ini harapannya dapat mendorong generasi muda untuk melestarikan batik."

"Kami gelar pelatihan ini dengan peserta perwakilan 5 siswa dari 102 SD negeri dan swasta di Kota Pekalongan, jadi totalnya ada 510 siswa."

"Ini kami gelar 10 hari setiap harinya dua sesi agar para peserta tetap bisa menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan," ungkap Kepala Seksi Kelembagaan SD Dindik Kota Pekalongan, Senin (11/10/2021).

Rokhim menyebutkan bahwa pelatihan muatan lokal batik ini sebelumnya menyasar 3.000 siswa SD.

"Dulu setiap sekolah mewakilkan 40 siswa, namun karena ada pandemi Covid-19 setiap sekolah hanya mengirimkan 5 siswa," katanya.

Menurut Rokhim pelatihan ini bukan melatih para siswa menjadi buruh batik, tetapi ke depannya dapat menjadi pengusaha batik.

"Karena jumlah peserta yang sedikit, banyak pula sekolah yang protes. Namun, karena keterbatasan anggaran memang peserta harus dibatasi jumlahnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan, Bambang Saptono menambahkan, bahwa dengan adanya kegiatan ini museum batik bangkit kembali pasca pandemi, pengunjung juga kembali berdatangan ke museum batik.

"Kemarin selama tiga hari dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal juga mengirimkan siswa menggunakan tiga bus ke Museum Batik."

"Kemudian, ditambah dengan kegiatan ini. Mudah-mudahan Museum Batik kembali menggeliat," katanya.

Kemudian, kaitannya dengan pelatihan ini Bambang berharap para siswa yang belajar membatik ke depannya dapat terus melestarikan batik.

"Dengan praktik langsung, mereka belajar proses membatik dari awal nglowongi, nyolet, dan sebagainya," imbuhnya.

Sementara itu, Annisa (11) siswa SDN Kalibaros mengaku senang dapat berkesempatan mengikuti pelatihan ini.

"Tadi saya belajar cara mewarnai, cara nyolet pakai canting juga. Kalau ada kesempatan lagi ingin belajar membatik lagi," katanya. (Dro)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved