Persik Kendal

Laga Persahabatan Jelang Kick Off Liga 3, Persik Kendal Gilas Persika Karanganyar dengan Skor 2-1

Laga Persahabatan Jelang Kick Off Liga 3, Persik Kendal Gilas Persika Karanganyar dengan Skor 2-1

Penulis: Saiful Masum | Editor: yayan isro roziki
TribunPantura.com/Saiful Masum
Pertandingan persahabatan Persik Kendal vs Persika Karanganyar di Stadion Utama Kendal dengan skor 2-1, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Laga persahabatan antara Persik Kendal vs Persika Karanganyar tersaji cukup meriah di Stadion Utama Kendal, Kamis (14/10/2021) sore. 


Pertandingan sengit antar dua kesebelasan di Liga 3 ini dimenangkan tim tuan rumah dengan skor 2-1.


Bekal ini cukup untuk mendongkrak semangat Persik Kendal dalam menatap pertandingan perdana Liga 3 Jawa Tengah pada 24 Oktober mendatang.  


Usai laga berakhir, Pelatih Persik Kendal Achmad Yasin menyoroti mental anak asuhnya selama pertandingan.


Meski menang, kata dia, mental tim harus ditingkatkan untuk memantapkan persiapan laga sesungguhnya.


"Kemenangan ini bagus untuk penyemangat tim. Namun, mentalnya perlu dibenahi karena di babak awal terus ditekan, tidak bisa mengembangkan permainan," terangnya.


Achmad Yasin menerangkan, timnya harus segera mendapatkan solusi apabila tim lawan melakukan permainan dengan gaya tekanan tinggi. 


Ia berharap, langkah antisipatif ke depan bisa mengembangkan pola permainan tim agar lebih bagus lagi.


"Mental babak awal ditekan terus, anak-anak belum siap, agak ditekan terus."

"Begitu naik, (permainan) berimbang. Evaluasinya mental, (menghadapai permainan, red) dengan pressure ketat, akan kami carikan solusinya," ujarnya.


Pelatih Persika Karanganyar, Benny Andriyawan mengatakan, evaluasi tim seharusnya bisa bermain lebih dari ini.


Pihaknya sudah menyiapkan tim sebagus mungkin untuk menatap Liga 3


"Yang jelas hari ini kami pakai pemain-pemain senior. Manajemen sudah menetapkan dan membuat tim sebagus mungkin," terangnya. 


Benny menyadari, permainan timnya tidak bisa berkembang baik karena pemain tidak fokus pada pengembangan permainan. 


Kata dia, anak asuhnya lebih fokus pada keputusan wasit dari pada permainan tim sendiri. 


Sehingga, kesebelasan lawan bisa mencuri gol kemenangan di menit-menit terakhir.


"Tensi tinggi, pemain terbawa keputusan wasit, permainan kacau. Mereka terbawa kepada keputusan wasit, bukan bagaimana meningkatkan permainan."

"Kami akan sampaikan kalau wasit adalah wasit dengan keputusan yang terbaik," jelasnya. (Sam)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved