Berita Pendidikan

Tim Dosen Unnes Beri Pelatihan Pembuatan Masker dan Hand Sanitizer Masyarakat Lingkar Kampus

Tim Dosen Unnes Beri Pelatihan Pembuatan Masker dan Hand Sanitizer Masyarakat Lingkar Kampus

Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
Dok Tim Dosen Unnes
Tim dosen Unnes memberikan pelatihan pembuatan masker dan hand sanitizer sesuai standar kesehatan, terhadap masyarakat sektiar kampus. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Tim Pengabdian Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan pelatihan pembuatan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat di sekitaran lingkar kampus Unnes.

Pelatihan yang digelar mulai 13 Maret 2021 sampai dengan 13 Oktober 2021 kemarin, diberikan dalam rangka membantu jalannya roda perekonomian bagi masyarakat.

Selain itu, juga ikut serta dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19 di wilayah lingkar kampus Unnes yang meliputi Kelurahan Sekaran, Kalisegoro dan Patemon.

Tim pengabdian diketuai oleh Lulu April Farida, dengan timnya yang terdiri dari Cahyo Yuwono, Fahur Rozi, Ledi Diyana, dan Slamet Kafrawi.

Mereka dibantu oleh beberapa mahasiswa yaitu Aulia Rahma Putri, Alvita Fatih Indratna, dan Riko Setiyawan.

"Kegiatan ini dilakukan selain membantu masyarakat dalam memperoleh skill baru, juga diharapkan dapat membantu perekonomian warga yang sempat mengalami penurunan dalam pendapatannya," kata Lulu April Farida, dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021).

Dikatakannya, masker dan hand sanitizer yang sudah dibuat dapat dijual kembali dengan harga yang disesuaikan dengan bahan dan keterampilan pembuatnya.

Sehingga masyarakat bisa mendapatkan tambahan penghasilan.

Penggunaan masker, katanya, merupakan bagian dari rangkaian komprehensif langkah pencegahan dan pengendalian yang dapat membatasi penyebaran penyakit-penyakit virus saluran pernapasan tertentu, termasuk Covid-19.

"Masker dapat digunakan baik untuk melindungi orang yang sehat atau untuk dipakai oleh orang yang terinfeksi untuk mencegah penularan lebih lanjut," jelasnya.

Kader PKK Kelurahan Kalisegoro, Tri S mengungkapkan, penjualan masker ini dapat menambah pemasukan ibu-ibu yang biasanya berjualan di sekolah.

"Saya senang dengan pendampingan ini, warga kan banyak yang nggak jualan lagi di sekolah."

"Nah bikin masker kan jadi punya penghasilan. Semoga dosen-dosen Unnes dapat terus memperhatikan perekonomian di sekitarnya seperti ini," kata Tri.

Ia menuturkan, masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan harga dari masker dan hand sanitizer karena mereka sudah dapat memproduksinya sendiri.

"Diharapkan dengan adanya gerakan ini, masyarakat dapat lebih peduli dan patuh terhadap protokol kesehatan sehingga persebaran virus pun dapat ditekan," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved