Berita Jateng

Edi Sayudi Merasa Dijegal untuk Maju di Kongres Asprov PSSI Jawa Tengah

Jelang kongres pemilihan Asprov PSSI Jawa Tengah yang digelar 18 Desember 2021 mendatang, Ketua Umum Edi Sayudi merasa dijegal agar

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
Edi Sayudi menunjukkan surat dari Komdis PSSI Jateng 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Jelang kongres pemilihan Asprov PSSI Jawa Tengah yang digelar 18 Desember 2021 mendatang, Ketua Umum Edi Sayudi merasa dijegal agar gugur dalam pencalonan.


Hal tersebut didasari hukuman sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jateng tanpa alasan yang jelas.


Dalam surat Keputusan Komite Disiplin Asprov PSSI Jateng nomor 02/KD-Jateng/X/2021, Edi dinyatakan melanggar Pasal 86 ayat 1 dengan alasan tingkah laku buruk dan perbuatan tidak patut yang melanggar disiplin.


Surat yang ditandatangani Komdis Asprov PSSI Jateng Yakub Adi Kristanto, 15 Oktober 2021 tersebut menyebut Edi wajib membayar denda sebesar Rp100 juta.

Selain itu, Edi juga dikenai hukuman larangan ikut serta dan terlibat dalam aktivitas sepakbola dalam dua bulan di lingkungan PSSI.


“Jika dua bulan tidak boleh beraktivitas di PSSI, berarti saya tidak bisa ikut pendaftaran calon Ketua Umum Asprov PSSI Jateng yang ditutup 18 November 2021 karena putusan Komdis dikeluarkan 15 Oktober dengan masa hukuman dua bulan,” paparnya kepada awak media termasuk tribunjateng.com, Senin (18/10/2021).


Pada kesempatan tersebut, Edi membeberkan beberapa kejanggalan putusan Komdis yang memberikan hukuman kepadanya.


Hal itu terlihat dari kop surat yang dipakai Komdis, tidak sesuai dengan standar kop surat milik Asprov PSSI Jateng.

Tandatangan pun tidak dibubuhi stempel.

Kemungkinan juga tidak ada izin registrasi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved