Opini

Opini Idham Cholid - Santri Siaga Jiwa Raga: Menebar Kebajikan dan Kemaslahatan

Opini Idham Cholid - Santri Siaga Jiwa Raga: Menebar Kebajikan dan Kemaslahatan

Dok Pribadi Idham Cholid
Idham Cholid, Ketua Umum Jayanusa; Kader NU & Alumni PMII, tinggal di Wonosobo. 

Oleh Idham Cholid | Kader NU & Alumni PMII, tinggal di Wonosobo

Ada yang beda pada peringatan Hari Santri tahun 2021 ini. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyerahkan jabatan, justru kepada santri.

Adalah Afi Ahmad Ridlo, santri kelas 12 Madrasah Aliyah dari Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Jawa Timur, yang mendapatkan keberuntungan. Dia menggantikan Gus Yaqut sebagai Menteri Agama. Benarkah?

Tak salah. Itulah kreativitas Ketua Umum Ansor menyuguhkan drama, tentu bukan untuk menghibur apalagi prank (lelucon) semata. Gus Menag tengah memotivasi para santri, mendidik mereka agar mempunyai komitmen dan tanggungjawab mengemban peran, yang berat sekalipun.

"Santri kalau hanya bisa ngaji tapi tidak bisa berbakti pada negeri, jadinya useless." Demikian antara lain pesannya.

Santri Siaga Jiwa Raga, tema peringatan kali ini, selain merupakan wujud komitmen kaum santri, juga menjadi motivasi bagi para santri itu sendiri. Mereka, terutama yang berada di pesantren, justru harus lebih giat dan bersemangat.

Tafaqquh fiddin, mendalami dan menguasai ilmu keagamaan khususnya, menjadi keharusan. Namun ilmu bukan untuk ilmu semata, justru kemanfaatannya akan diuji dalam kehidupan nyata. Tanpa itu, useless alias tak berguna, kata Menteri Agama.

Maka, tak ada alasan untuk tidak bisa mengambil peran, bahkan bukan hanya dalam lapangan keagamaan atau kehidupan kemasyarakatan. Tetapi lebih luas lagi, peran-peran kenegaraan pun harus bisa dilakukan.

KH Abdurrahman Wahid, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, menjadi teladan yang paling nyata. Presiden ke-4 RI itu menjadi inspirasi, bagaimana seharusnya kaum santri itu berbakti pada negeri. Demikian pula KH Ma'ruf Amin. Meski sudah sepuh tapi tetap teguh, tak pernah rapuh. Semangat juangnya selalu membara, mengalahkan kaum muda.

Kini, tak sedikit pula dari kalangan santri yang tampil di pemerintahan. Baik menjadi Menteri, Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, Wakil Walikota, maupun yang mengisi jabatan birokrasi. Yang di legislatif, jelas tak terhitung lagi jumlahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved