Breaking News:

Opini

Opini Idham Cholid: Gus Yaqut Dinilai Bikin Gaduh, Jasmerah Kemenag

Opini Idham Cholid: Gus Yaqut Dinilai Bikin Gaduh, Jasmerah Kemenag jangan lupakan sejarah kemenag

Istimewa
Idham Cholid, Kader NU & alumni PMII, tinggal di Wonosobo. 

Adilkah, jika Hadlratus-Syaikh KH Hasyim Asy'ari dengan Resolusi Jihad-nya pada 22 Oktober 1945 sama sekali luput dari catatan sejarah Indonesia? Justru, Bung Tomo menggemakan takbir karena fatwa Resolusi Jihad itu.

Sejarah juga tidak mencatat Kiai Abbas, Buntet Cirebon, yang memimpin pertempuran 10 Nopember tersebut. Berapa banyak kiai dan santri yang menjadi korban saat itu pun tak ada catatannya.

Justru, sejarah itulah yang ditulis dengan sangat apik oleh Muhammad Asad Shahab (w.2001), jurnalis Arab yang pernah meliput ketika Revolusi Indonesia.

Dia membukukan karyanya dengan judul: al-Allamah Muhammad Hasyim Asy'ari Wadli'u Ashliyati Istiqlali Indonesia. Jika diterjemahkan, artinya: Maha Kiai Muhammad Hasyim Asy'ari Peletak Batu Pertama Kemerdekaan Indonesia.

Dan baru 70 tahun kemudian, setelah Presiden Jokowi melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015, kita semua bisa memahami Resolusi Jihad dengan benar karena dijadikan dasar penetapan Hari Santri Nasional. Tentu, ini bukan hanya untuk mengenang jasa para pendahulu kita. Lebih dari itu, sekali lagi, merupakan upaya untuk meluruskan sejarah.

Demikian pula saya harus menilai apa yang disampaikan Gus Yaqut, baik sebagai pribadi maupun atas nama institusi Kementerian Agama.

Secara pribadi, pernyataan tersebut tentu mewakili keresahan kaum muda NU khususnya, betapa sampai hari ini masih ada kelompok yang belum "ikhlas" sepenuhnya menjadikan Kementerian Agama sebagai institusi negara yang harus melayani seluruh warga bangsa, tanpa kecuali.

Kita semua hanya berharap, sejarah ketidakadilan rezim orde baru kepada NU khususnya, tak terulang kembali. Berpuluh-puluh tahun NU dimarginalkan, juga tak pernah balas dendam, apalagi membuat kegaduhan.

Atas nama Menteri Agama, tentu Gus Yaqut harus berani membuat terobosan. Meluruskan sejarah memang bukan pekerjaan mudah. Bahwa Kementerian Agama, jelas, bukan milik umat Islam saja. Indonesia ini Bhinneka Tunggal Ika, milik seluruh warga bangsa. Jika tak berani meluruskan sejarah saat ini, mau kapan lagi? (*)

Kalisuren, 25 Oktober 2021

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved