Breaking News:

Berita Slawi

Uang Palsu yang Beredar di Eks Karesidenan Pekalongan Didominasi Pecahan Rp 100 Ribu

Peredaran uang palsu (upal) selama tahun 2021 di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan mengalami penurunan cukup drastis. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal, M Taufik Amrozy (kanan), saat membuka kegiatan media gathering eks Karesidenan Pekalongan, di Hotel Grand Dian, Bojong, Kabupaten Tegal, Sabtu (30/10/ 2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Peredaran uang palsu (upal) selama tahun 2021 di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan mengalami penurunan cukup drastis. 


Jika di tahun 2020 lalu temuan upal mencapai 7.024 lembar, pada Januari hingga 29 Oktober 2021 baru mencapai 883 lembar. 

 

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal, M Taufik Amrozy, melalui Administrator Perkasan Unit Pengedaran Uang Rupiah, Mudafiul Haq, saat mengadakan sosialisasi cinta bangga paham rupiah, di Hotel Grand Dian, Bojong, Kabupaten Tegal, Sabtu (30/10/ 2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved