Berita Kendal
Bupati Kendal Minta Kesiapan Relawan Tangani Bencana Banjir dan Longsor
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menyebut, masih ada 6 titik tanggul Sungai Bodri yang rawan jebol membanjiri permukiman saat intensitas
Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menyebut, masih ada 6 titik tanggul Sungai Bodri yang rawan jebol membanjiri permukiman saat intensitas hujan meningkat.
Di antaranya, tanggul sungai di Desa Sedayu dan Desa Taman Gede, 2 tanggul di Desa Gemuh Blanten, Kecamatan Gemuh, dan dua titik lainnya berada di Desa Korowelang Kulon dan Desa Botomulyo, Kecamatan Cepiring.
Sementara tanggul kritis di Desa Lanji Kecamatan Patebon sedang dalam perbaikan permanen.
Dico meminta OPD terkait, para relawan dan masyarakat melakukan antisipasi sedini mungkin manakala bencana banjir datang sewaktu-waktu.
Termasuk beberapa daerah yang berpotensi terjadi bencana alam, seperti tanah longsor, dan bencana angin.
"Kami akui bencana banjir masih bisa terjadi di beberapa titik saat hujan tinggi, debit air naik.
Fokus kami memastikan bagaimana cara menangani dan mengantisipasi apabila bencana banjir, dan bencana lainnya terjadi.
Semua harus terlibat," terang Dico usai mengikuti Apel Siaga Bencana, di Desa Korowelang Kulon, Cepiring, Kamis (4/11/2021).
Dico menyebut, permasalahan bencana banjir di Kendal sangatlah komplek.
Terutama luapan air Sungai Bodri yang terhubung dengan Kabupaten Temanggung.
Pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan melalui sejumlah pembangunan.
Di antaranya rencana pembangunan waduk bodri sebagai pengendali banjir, perbaikan drainase, dan pembangunan tanggul kritis permanen secara bertahap.
Selain itu, Dico meminta kepada satuan penanganan bencana dari BPBD, tim SAR, Pemadam Kebakaran, dan petugas medis 119 agar menyiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan.
Termasuk pengecekan alat-alat bantu yang masih layak untuk digunakan.
Dia juga mengimbau agar masyarakat aktif menyampaikan kejadian bencana dengan cepat melalui sejumlah nomor layanan call center 112.
Agar, petugas bisa merespon dengan cepat pula supaya bisa ditangani dengan maksimal.
"Saya minta komunikasinya dibangun dengan baik antara warga, TNI, Polri, dan tim relawan agar penanganan bencana nantinya cepat teratasi.
Semua harus lebih ekstra lagi dalam menyiapkan penanganan bencana.
Meski peralatan komplit, terkadang laporan masyarakat terlambat yang jadi kendala," tutur Dico.
Bupati juga meminta kepada dinas terkait untuk menyelesaikan perbaikan sejumlah drainase.
Agar bisa membantu pencegahan bencana banjir.
"Kesiapsiagaan ini perlu ditingkatkan, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, dan kerusakan akibat bencana," terangnya.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kendal, Sigit Sulistyo menambahkan, mitigasi daerah-daerah rawan bencana sudah dilakukan.
Termasuk beberapa permukiman rawan banjir di balik tanggul Sungai Bodri.
Selain itu, BPBD juga sudah memasang early warning system (EWS) di Desa Tirto Mulyo, Kecamatan Plantungan untuk mendeteksi bahaya lonsor.
"Kami sudah siapkan posko siaga bencana tiap kecamatan.
Semua daerah sudah mulai mengantisipasi bencana sejak dini," jelas dia.
Sigit menyebut, prediksi musim penghujan kali ini terjadi sepanjang November, Desember dan Januari 2022.
Puncaknya diperkirakan pada Januari nanti.
"Untuk perbaikan tanggul paling kritis di Desa Lanji, Patebon diperkirakan selesai dalam sepekan," tutur Sigit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Tim-gabungan-penanggulangan-bencana-Kabupaten-Kendal-mela.jpg)