Breaking News:

Persekat Kabupaten Tegal

Persekat Tegal Resmi Adukan Wasit Hulman Simangunsong ke PSSI dan Komite Wasit, Ini Alasannya

Persekat Tegal Resmi Adukan Wasit Hulman Simangunsong ke PSSI dan Komite Wasit, Ini Alasannya. berkata tak pantas banyak putusan kontroversi

Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Manajer tim Persekat Kabupaten Tegal, Ersal Aburizal, saat ditemui Tribunpantura.com, di depan gedung GOR Indoor Tri Sanja Slawi Kabupaten Tegal, Rabu (3/11/2021) kemarin. 

"Kedua wasit terlalu banyak memberikan pelanggaran dan kartu kepada pemain kami."

"Total kami dapat lima kartu kuning dan satu kartu merah," papar Ersal, pada Tribunpantura.com, Rabu (3/11/2021). 


Tidak hanya itu, ada satu poin lagi yang membuat manajemen Persekat Tegal semakin kecewa, hal ini dipicu atas perlakuan wasit Hulman Simangunsong terhadap Manajer Persekat yaitu Ersal.


Wasit Hulman, melontarkan kata-kata yang tidak sepantasnya dikeluarkan oleh seorang wasit yang menyebabkan manajer Persekat (Ersal) tersinggung atas perkataan tersebut.


Atas beberapa kejadian kurang menyenangkan tersebut, manajemen Persekat Tegal menuntut agar wasit tersebut dievaluasi.

Serta diberi sanksi untuk tidak dapat memimpin pertandingan sekelas Liga 2, karena telah mencederai asas fair play.


"Wasit memberikan kata-kata yang tidak pantas kepada saya. Jadi saat pertandingan selesai, wasit keluar dari lapangan dan saya memang melihat ke arah wasit, dan yang bersangkutan langsung berucap "mata mu" ke saya."

"Jujur hal ini membuat kami kecewa, karena pada kompetisi ini ingin menunjukkan kualitas, dan bersama Badak Lampung FC kemarin kami main cukup enak, tapi malah diciderai oleh wasit," ungkapnya.


Ersal pun menyampaikan, bahwa wasit Hulman Simangunsong ini sebelumnya memang memiliki catatan atau historis yang kurang baik. 


Latar belakang inilah yang dipertanyakan oleh manajemen Persekat Tegal, mengapa PSSI tidak mempertimbangkan riwayat seseorang untuk memutuskan bisa (layak) bertugas atau tidak.


Apalagi disini bertugas sebagai wasit yang bisa dibilang sebagai hakim di pertandingan.


"Kami melayangkan surat protes pada hari itu juga atau empat jam setelah pertandingan."

"Dari komisioner sudah ada yang menghubungi saya dan sudah masuk, sudah diupload, ya kami tinggal menunggu keputusan nantinya seperti apa," pungkasnya. (dta)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved