Breaking News:

Berita Semarang

Bea Cukai Tanjung Emas Semarang Sita Bolpoin Ilegal Asal China Senilai Rp362,8 Juta

Bea Cukai Tanjung Emas Semarang Sita Bolpoin Ilegal Senilai Rp362,8 Juta Asal China, Ini Perusahaan Pengimpornya

Penulis: iwan Arifianto | Editor: yayan isro roziki
TribunPantura.com/Iwan Arifianto
Bea Cukai Tanjung Emas gagalkan importasi ratusan bolpoin palsu dari Cina yang diduga melanggar Hak Kekakayaan Intelektual (HKI). Barang palsu tersebut ditunjukan kepada media saat pemeriksaan fisik bersama, di Kota Semarang, Jumat (5/11/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Bea Cukai Tanjung Emas Semarang gagalkan importasi ratusan bolpoin ilegal diduga palsu yang diimpor oleh perusahaan PT. Vikom Cahaya Cemerlang (PT. VCC) yang berdomisili di Semarang, dengan nama pemasok Yiwu Nine Valley Import and Export Co asal China.

Bolpoin tiruan itu diduga melanggar hak kekayaan intelektual (HKI), total bolpoin yang diamankan sejumlah 100 karton berisi 288.000 dengan perkiraan nilai produk sebesar Rp362,8 juta.

Berhasilnya petugas mengungkap kasus itu hasil dari pemeriksaan gabungan dari petugas Bea Cukai Tanjung Emas, Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Pengadilan Niaga Semarang, dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

Beberapa lembaga tersebut melakukan pemeriksaan fisik bersama atas penindakan dugaan pelanggaran HKI, di penimbunan Pabean Bea Cukai Tanjung Emas, Kota Semarang, Jumat (5/11/2021).

Temuan barang palsu itu berawal dari kecurigaan anggota Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Mereka mendeteksi bolpoin impor dari China yang fisik dan kemasannya sama dengan bolpoin Standard AE7 Alfatip 0.5 milik PT. Standardpen Industries.

Atas dasar kecurigaan tersebut, pihak Bea Cukai segera melakukan konfirmasi dan notifikasi kepada PT. Standardpen Industries selaku pemilik merek Standard AE7 Alfatip 0.5 yang sudah terekam dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Hakim Pengadilan Negeri Semarang mengabulkan permintaan penangguhan sementara terhadap bolpoin merek Standard AE7 Alfatip 0.5 yang diketahui diimpor oleh perusahaan tersebut, Jumat (22/10/2021).

Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas Semarang Anton Martin mengatakan, temuan barang palsu itu ditindaklanjuti pihaknya dengan meminta notifikasi pencegahan kepada pihak pemegang hak cipta (right holder) yaitu PT Standarpen Industries yang kemudian memberikan notifikasi balasan.

Selepas itu pihaknya mengajukan permohonan penangguhan sementara ke Pengadilan Niaga Semarang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved