Sabtu, 25 April 2026

Berita Jateng

4.500 ‎Vaksin Astrazeneca dari Perancis di Kudus Akan Kedaluwarsa Akhir Bulan Ini

Tak hanya 4.000-an dosis vaksin Astrazeneca (AZ) dari Italia dan Spanyol yang telah kedaluwarsa pada 29 Oktober 2021 lalu.

Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Kepala DKK Kudus, Badai Ismoyo. 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Tak hanya 4.000-an dosis vaksin Astrazeneca (AZ) dari Italia dan Spanyol yang telah kedaluwarsa pada 29 Oktober 2021 lalu.


Sedikitnya 4.500 vial atau 45.000 dosis vaksin AZ‎ dari Perancis juga terancam kedaluwarsa pada bulan November 2021 ini.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) ‎Kudus, Badai Ismoyo menceritakan, harus menghabiskan vaksin AZ dari Perancis itu dalam kurun waktu satu bulan.


Pasalnya masa penyimpanan ‎vaksin AZ hanya bertahan satu bulan jika disimpan dalam kotak penyimpanan minus 20 derajat celcius.


"Jika disimpan di bawah minus 20 derajat, masa berlaku vaksin itu bisa lebih lama.

Tapi kami saat ini hanya bisa menyimpannya 20 derajat‎," ucap dia, saat ditemui di kantornya, Selasa (9/11/2021).


Makanya, dia harus segera menghabiskan vaksin tersebut dalam kurun waktu satu bulan sebelum jatuh masa kedaluwarsa.


"Kami bekerjasama dengan vaksinator untuk mempercepat proses vaksinasi ini," jelas dia.


Badai menambahkan, vaksin yang sudah kedaluwarsa sejak Oktober 2021 sudah ditarik dari fasilitas kesehatan.


Pihaknya masih menyimpan vaksin kedaluwara tersebut sesuai standar operasional prosedur (SOP).


Belum ada instruksi saat ini untuk memusnahkan atau mengembalikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).


"Sampai saat ini belum ada instruksi untuk memusnahkan atau mengembalikan vaksin tersebut.

Masalah kegunaan vaksin ini menjadi domain Kemenkes," jelasnya. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved