Breaking News:

Berita Tegal

OJK Catat Total Ada 68 Pengaduan Pinjol Ilegal di Wilayah Eks Karesidenan Pekalongan

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal mencatat, ada sebanyak 68 pengaduan terkait pinjaman online (Pinjol) ilegal, sejak Januari- Oktober 2021.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kepala Kantor OJK Tegal, Ludy Arlianto. 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal mencatat, ada sebanyak 68 pengaduan terkait pinjaman online (Pinjol) ilegal, sejak Januari- Oktober 2021.


Aduan tersebut merupakan laporan menyeluruh masyarakat di wilayah eks Karesidenan Pekalongan. 


Kepala Kantor OJK Tegal, Ludy Arlianto mengatakan, pengaduan yang sudah masuk tercatat ada sebanyak 68 aduan. 


Dari puluhan aduan tersebut, rata-rata disampaikan melalui layanan Whatsapp OJK Tegal


Tetapi, menurut Ludy, ada kendala saat akan menelusuri pinjol ilegal tersebut. 


Kendalanya masyarakat yang melapor tidak bisa dihubungi kembali.


"Problemnya kita tidak bisa menindaklanjuti.

Karena begitu kita coba menghubungi lagi, hampir seluruhnya ganti nomor telepon," kata Ludy dalam Media Gathering OJK di Hotel Sun-Q-Ta Tegal, Kamis (11/11/2021).


Ludy mengimbau, masyarakat tidak perlu takut untuk menindaklanjuti aduan terkait pinjol ilegal. 


Termasuk tidak perlu malu dan ragu. 


Karena OJK dan pihak berwajib membutuhkan informasi pinjol ilegal dari masyarakat yang menjadi korban. 


Sementara hingga saat ini, belum ditemukan adanya server atau pendiri pinjol ilegal di wilayah ek Karesidenan Pekalongan. 


"Senin besok kami ada konferensi pers pemberitahuan tentang nomor aduan khusus pinjol yang tersambung langsung ke kepolisian.

Supaya aduan yang masuk bisa langsung ditindaklanjuti," ungkapnya.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved