Breaking News:

Berita Nasional

Petinggi Golkar Wacana Duetkan Airlangga-Ganjar untuk Pilpres 2024, AH: Belum Saatnya Dibicarakan

Petinggi Golkar Wacana Duetkan Airlangga-Ganjar untuk Pilpres 2024, AH: Belum Saatnya Dibicarakan. respon airlangga duet dengan ganjar

tribunnews.com/istimewa
Ketua Umum Golkar, Arilangga Hartarto, yang juga menjabat sebagai Menko Perekonomian Kabiner Kerja Jilid 2 Presiden Joko 'Jokowi' Widodo. 

Kata Hendrawan, pilpres masih terlalu jauh untuk dibicarakan.

"Jadi itu sebabnya jangan terlalu menari di gendang lawan. Jadi kita tenang-tenang saja. Semakin tenang kita, semakin kita disegani," ungkapnya.

Dia membeberkan bahwa partainya akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pada 11-13 Desember 2021.

Rakernas itu merupakan bagian dari konsolidasi internal PDI-P. Namun, dia tak mengungkapkan bahwa rapat itu akan membahas seputar pencapresan 2024.

"Kemudian nanti ulang tahun partai Januari. Jadi kita rapikan barisan. Semakin kita rapi semakin disegani," ujarnya.

Kata Kornas Ganjarist

Menyikapi pernyataan Nurdin itu, Mazdjo Pray mengatakan bahwa pencalonan Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai presiden pada 2024 tidak harus dari PDI Perjuangan.

"Sekali lagi kalau didukung PDIP tepat analisis kami sejak awal. Tapi kalau tidak didukung pun saya pikir partai lain misal tadi meski disampaikan secara guyonan ya tapi oke-oke sajalah," ujar Ketua Kornas Ganjarist itu.

Kornas Ganjarist sendiri saat ini masih berfokus memperkenalkan Ganjar kepada publik. Mereka berharap dengan begitu, Ganjar memiliki peluang untuk dicalonkan sebagai capres.

"Begitu keterkenalan tinggi, dengan sistem Pemilu sekarang ini sudah banyak partai yang mau. partai yang mencalonkan banyak karena perlu figur," kata Mazdjo.

Adapun pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai, bahwa apa yang disampaikan Nurdin Halid merupakan peryataan pribadi bukan mewakili Golkar.

Namun, Ujang menilai duet Airlangga-Ganjar bisa saja cocok jika dipasangkan di Pilpres 2024.

"Itu pernyataan pribadi Nurdin Halid, Tidak mewakili Golkar. Namun pernyataan tersebut bisa saja klop (cocok) jika Ganjar ditarik jadi cawapres."

"Karena jika jadi capres dari Golkar kan sudah ada Airlangga," kata Ujang saat dihubungi Tribunnews, Jumat (12/11).

Meski begitu, Ujang menyebut jika Ganjar yang dicapreskan oleh Golkar, maka hal tersenut merupakan langkah konyol.

"Jadi jika masuk Golkar, mungkin tempatnya jadi cawapresnya Airlangga. Dan wacana itu sah saja dan bagus-bagus saja. Semua ini kan masih serba kemungkinan," tambah Ujang.

Ujang pun menyebut, seandainya Ganjar jadi merapat ke Partai Golkar dan menjadi cawapresnya Airlangga, hal itu akan menjadi menarik.

Pasalnya, Ganjar yang kader PDIP yang juga memiliki elektabilitas lumayan, meski tak didukung partainya sendiri.

"Bisa saja jika PDIP tak mencalonkan Ganjar di Pilpres, maka Golkar siap tampung tuk jadi cawapresnya Airlangga."

"Karena jika tak ditampung, maka Ganjar bisa gagal ikut kontestasi Pilpres 2024 nanti," ujar Ujang.

Namun demikian, Ujang mengatakan apa yang disampaikan Nurdin Halid bisa saja hanya untuk membesarkan hati Ganjar.

"Namanya politik. Bisa sungguhan. Bisa juga cuma olah-olahan saja," jelasnya. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dipasangkan dengan Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024, Airlangga Hartarto Belum Antusias dan di TribunJateng.com dengan judul PDIP Tak Takut Ganjar Diserobot, Sebut Golkar Hanya Cek Ombak

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved