Berita Batang

Gerah Tumpukan Sampah di Batang Viral di Medsos, DLH Ancam Tutup Sub TPA Surjo Bawang

Gerah Tumpukan Sampah di Batang Viral di Medsos, DLH Ancam Tutup Sub TPA Surjo Bawang

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Diskominfo Batang
Tumpukan sampah di sub TPA Surjo meluber hingga ke Jalan Raya Surjo - Reban, Batang, Minggu (14/11/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Tumpukan sampah di  sub Tempat Pembuang Akhir (TPA), turut Desa Surjo kacamatan Bawang, hingga luber ke jalan viral di media sosial (medsos), belakangan ini.

Hal ini membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang gerah.

DLH mengancam akan menutup sub TPA yang selama ini dikelola oleh karang taruna tersebut.

"Kemarin sampah menumpuk luar biasa sampai separuh ke jalan dan sampai viral di media sosial."

"Bahkan sampai ke teligna pak Bupati Wihaji, hingga beliau perintahkan kita untuk dibersihkan," tutur Kepala Dinas Lingkungan Hidup A Handy Hakim, Senin (15/11/2021).


Untuk membersihkannya, lanjut dia DLH pun menerjunkan 20 personel, satu alat eskavator dan dua armada truk untuk membersihkan hingga bersih dan beres. 


Tidak hanya itu, DLH akan mengumpulkan 6 kepala desa (Kades) di sekitar TPA tersebut.

Yakni Kades Pengempon, Bawang, Surjo, Getas, Candigugur, Gunungsari, Jlamprang dan kepala pasar Bawang yang ikut membuang sampah di Sub TPA Surjo. 


"Intinya kita akan mengatur pengelolaan sampah karena kita tidak mau terulang seperti itu lagi, asal membuang sampah saja," ujarnya


Handy juga menjelaskan, sub TPA yang berada di kebun kopi Desa Surjo jauh dari pemukiman, tanahnya pun milik Pemkab, serta masih bisa dikelola dengan baik.


Dengan luasan 1.000 meter persegi sub TPA Surjo dimungkinkan bisa dikelola sampai beberapa tahun ke depan.

"Asalkan ada standar operasional prosedur (SOP), armadanya harus mencukupi dan harus menambah petugas penarik sampah serta mematuhi jam buang sampah," jelasnya


Handy juga meminta ada peningkatan iuran dari desa untuk bisa memaksimalkan sub TPA Surjo. 


Karena selama ini iuranya hanya Rp 250 Ribu perbulan itu dirasa sangat kecil. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved