Berita Semarang

Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf Serahkan Bantuan Difabel dan RTLH di Semarang

Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf Serahkan Bantuan Difabel dan RTLH di Semarang

Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
Dok Komisi VII DPR RI
Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf, menyerahkan secara simbolis bantuan alat bantu dengar bagi difabel dan RTLH di Kota Semarang, kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah 1, Bukhori Yusuf, menyerahkan bantuan berupa perangkat alat bantu dengar bagi kelompok difabel di daerah pemilihan Kota Semarang dan Kabupaten Semarang, kemarin.

Bantuan yang diberikan bersama Kementerian Sosial di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang itu diberikan kepada lima warga penerima manfaat di mana masing-masing memperoleh dua perangkat.

"Dari mereka kita bisa belajar betapa banyak nikmat Allah yang patut kita syukuri."

"Kita seringkali mengeluhkan sesuatu yang belum dapat dimiliki sehingga acapkali membuat kita lupa berterima kasih atas nikmat yang sudah Allah titipkan pada diri ini."

"Namun begitu nikmat itu dicabut, barulah kita sadar betapa berharganya nikmat itu, di antaranya adalah memiliki panca indera yang sempurna," kata Bukhori, dalam rilisnya, Rabu (17/11/2021).

Selain mengadvokasi warga difabel, Anggota Komisi VIII DPR RI ini juga menyerahkan bantuan Rehabilitasi Sosial-Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) bagi warga prasejahtera yang tersebar di daerah pemilihan Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

Bantuan ini diberikan Bukhori demi peningkatan taraf hidup warga dalam aspek sosial, kesehatan, dan ekonomi. 

"Sekali lagi perlu saya tegaskan, bantuan bedah rumah ini ditujukan untuk memperbaiki kualitas hidup warga kami sehingga memiliki dampak terhadap perbaikan kualitas mereka secara multidimensional."

"Dari aspek sosial, harkat dan martabat warga akan terangkat karena rasa percaya diri yang berhasil terbangun," sambungnya.

Dari segi kesehatan, lanjut Bukhori, warga kita bisa memperoleh tempat tinggal dengan sanitasi yang layak sehingga daya dukung lingkungan yang bersih akan mendorong kesadaran penghuni untuk berperilaku sehat.

"Sedangkan dari segi ekonomi, kondisi rumah yang layak bisa menjadi modal yang baik untuk mendukung terciptanya ekosistem wirausaha," jelas politisi PKS itu.

Sebanyak 58 keluarga penerima manfaat dinyatakan memenuhi kualifikasi sebagai penerima bantuan. Para penerima manfaat ini di antaranya berasal dari kelurahan/desa Tandang, Jangli, Bandarharjo, Keji, dan Butuh.

Kelima kelurahan/desa ini tersebar di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. (Nal)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved