Breaking News:

Kriminal dan Hukum

Besok, Polisi Gelar Rekonstruksi Tewasnya Peserta Diklatsar Menwa UNS Gilang Endi Saputra

Besok, Polisi Gelar Rekonstruksi Tewasnya Peserta Diklatsar Menwa UNS Gilang Endi Saputra

Tribunpantura.com/Sholekan
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat ditemui usai peringatan Hari Bhayangkara di Mapolresta Solo, Kamis (1/7/2021) 

TRIBUNPANTURA.COM, SOLO - Penyidik Polresta Solo akan menggelar rekonstruksi kasus kematian peserta Diklatsar Menwa UNS, Gilang Endi Saputra, Kamis (18/11/2021) besok. 


Direncanakan, rekonstruksi akan digelar sesuai dengan lokasi kejadian: di kawasan UNS termasuk di lokasi rapling di bawah jembatan Jurug. 


"Besok kami akan menggelar rekonstruksi kasus Diklatsar Menwa," ucap Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Rabu (17/11/2021). 

Baca juga: Rektor UNS Buka Suara Ihwal Mahasiswa Tewas seusai Diksar Menwa: Usut Tuntas Kematian Gilang

Baca juga: Asistensi Kasus Mahasiswa UNS Tewas saat Diksar Menwa, Ini Kata Dirreskrimum Polda Jateng

Ade menjelaskan, rekonstruksi ini dilakukan untuk mengetahui kejadian secara utuh selama proses kegiatan berlangsung. 


"Jadi rekonstruksi ini membangun kembali cerita peristiwa utuh dari kejadian selama pelaksanaan Diklatsar kemarin," terangnya. 


Lokasi rekonstruksi, lanjut Ade, akan dilakukan di tempat sesuai dengan kegiatan sebelumnya. 


Ade mengungkapkan, saat ini, penyidik sudah mendapatkan alat bukti yang dibutuhkan untuk pelaksanaan rekonstruksi


"Kita akan laksanakan di TKP, baik nanti di jembatan Jurug menuju ke kampus UNS di kantor Menwa. Juga saat pelaksanaan alarm stelling," ucapnya. 


"Saat ini, penyidik telah memperoleh alat bukti yang dibutuhkan untuk pelaksanaan penyidikan atau perkara yang dimaksud," tambahnya.


Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap 37 orang, di antaranya 2 tersangka kasus kematian mahasiswa Prodi Kesehatan dan Keselematan Kerja (K3) Sekolah Vokasi tersebut.


Rekonstruksi ini, tidak menutup kemungkinan polisi mendapati adanya fakta baru yang belum terungkap selama pemeriksaan saksi. 


"Kita akan bangun kembali peristiwa utuh dari waktu ke waktu."

"Dari kegiatan yang dimaksud dan ada dugaan kekerasan yang terjadi," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved