Breaking News:

Kriminal dan Hukum

Kasus Advokat di Semarang Terdakwa Ujaran Kebencian, Begini Kesaksian Penyidik Polda Jateng

Kasus Advokat di Semarang Terdakwa Ujaran Kebencian, Begini Kesaksian Penyidik Polda Jateng

Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Penyidik Reskrimsus Polda Jateng disumpah sebelum memberikan keterangan dalam sidang di PN Semarang, Selasa (16/11/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang kembali menyidangkan kasus ujaran kebencian berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dengan terdakwa seorang advokat di Kota Semarang, R Winindya Satriya, Selasa (16/11/2021).

Sidang kali ini beragendakan keterangan saksi yaitu dari Penyidik Reskrimsus Polda Jawa Tengah, Satria Adriana.

Pemeriksaan penyidik dilakukan untuk mengonfirmasi proses penyelidikan dan penyidikan dalam kasus tersebut.

Menurut saksi Satria, kasus ujaran kebencian tersebut berawal adanya laporan dari orang yang merasa dirugikan akibat unggahan status di akun Facebook yang diduga milik terdakwa.

Ada beberapa postingan yang dipersoalkan. Yang paling menonjol bertuliskan "China satu bajingan kranjingan, bikin geger Semarang. Korbanmu tua-tua renta tak berdaya. Pengacara dan kliennya laknat".

"Kami (penyidik) menyimpulkan, postingan terdakwa mengarah ke ujaran kebencian yang mengandung SARA."

"Dia menyinggung ras China," tuturnya, dalam sidang di PN Semarang.

Saksi menegaskan, kesimpulan tersebut diambil setelah melalui serangkaian penyelidikan dan penyidikan.

Termasuk mendengar keterangan ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE), ahli bahasa, dan ahli digital forensik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved