Breaking News:

Berita Batang

Bisa Olah Serai Jadi Minyak Atsiri, Kelompok Wanita Tani Batang Didukung Wihaji Dirikan Ini

Bisa Olah Serai Jadi Minyak Atsiri, Kelompok Wanita Tani Batang Didukung Wihaji Dirikan Destinasi Wisata Edukasi

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
TribunPantura.com/Dina Indriani
Bupati Batang Wihaji bersama KWT Batang mencoba minyak wangi atsiri dari tanaman serai yang dibuat oleh mahasiswa Undip, Kamis (18/11/2021) 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Bupati Batang Wihaji tidak menyangka jika di kabupaten Batang memiliki banyak potensi tanaman serai yang pengolahan atau penyulingannya dijadikan sebagai minyak atsiri.

Satu di antaranya adalah kelompok wanita tani (KWT) yang dibina oleh Dosen Pertanian UNDIP Semarang, Prof Dr Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si. 


Melihat potensi tersebut Bupati Batang Wihaji mendorong  KWT Batang mendirikan destinasi wisata edukasi minyak wangi atsiri dari tanaman serai. 


"Ternyata ada potensi yang luar biasa, khususnya untuk tempat edukasi wisata minyak atsiri dari serai."

"Saya juga berterimakasih kepada Prof Hermin yang sudah selama 7 tahun mendampingi KWT Batang," tutur Bupati Wihaji usai meluncurkan dan pengukuhan pengurus forum komunikasi KWT Serai Wangi Kabupaten Batang, di PSDKU Undip Tumbrep Bandar Batang, Kamis (18/11/2021). 


Wihaji juga siap melakukan kajian agar bisa berdiri teaching industri untuk kegiatan riset, pengembangan, dan inovasi yang melembaga dengan model bisnis kolaborasi antara universitas dengan industri. 


"Tidak hanya sebagai teaching industri tapi juga edupark, nantinya kita support juga tempat pembelajaran dan wisata yang akan kita branding," ujarnya. 


Wisata ini, lanjut Wihaji, nantinya pengunjung bisa membuat atau meracik sendiri minyak wangi atsiri dengan bahan dasar tanaman serai dan bisa di bawa pulang sebagai oleh - olehnya. 


"Kita akan memastikan modal, marketing nya, ini yang menjadi tugas kita memfasilitasi ke perbankkan dan measarkannya. 


Kita tidak ngasih bantuan karena kecenderungannya kurang produktif, jadi lebih baik modalnya hutang ke perbankkan, setelah itu kita bawa ke buyer nya agar jelas pembelinya," imbuhnya. 


Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Susilo Heru Yuwono mengatakan ada 272 kelompok wanita tani di Kabupaten Batang.


"Dari data kita jumlah sebelumnya ada 183 setelah ada kepengurusan KWT tingkat kabupaten jumlahnya bertambah menjadi 272," ujarnya


Ia pun menyebut data jumlah petani di kabupaten Batang totalnya ada sekitar 71.000 orang.


Jumlah tersebut merupakan salah satu kabupaten yang jumlah petaninya tertinggi di Indonesia. (din)
.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved