Breaking News:

Berita Blora

UMK Blora 2022 Hanya Naik 0,54 Persen Atau Setara Rp11.000, Begini Respon Buruh

UMK Blora 2022 Hanya Naik 0,54 Persen Atau Setara Rp11.000, Begini Respon Buruh umk blora

TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Ilustrasi buruh rokok sedang bekerja. 

TRIBUN-PANTURA.COM, BLORA - Upah minimum kabupaten (UMK) Blora tahun depan hanya mengalami kenaikan sebesar Rp11.000.

Diketahui, UMK Blora pada tahun 2021 senilai Rp1.894.000, dan pada tahun 2022 UMK Blora diusulkan menjadi Rp1.905.000.

Tentu saja, kenaikan UMK yang hanya Rp11.000 ini mendapat respon negatif dari buruh.

Lantaran merasa keberatan dengan kenaikan tersebut, serikat buruh mendorong Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinprinaker) agar tetap mengacu pada perhitungan Peraturan Pemerintah (PP) lama, dalam menetapkan usulan UMK. 

Jangan mengikuti perhitungan yang baru dulu. Karena bagi serikat buruh dengan kenaikan 0,54 persen atau Rp11 ribu itu sama hal UMK tidak naik.


Ketua Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (RTMM) Blora, Siti Mahmudah mengatakan, kenaikan Rp11.000 sangat minim sekali. 


Apalagi banyak buruh wanita saat ini yang menjadi tulang punggung keluarga, gara-gara suaminya di PHK selama pandemi ini.

Belum lagi anak sekolah yang banyak pengeluaran seperti untuk beli kuota dan lain sebagainya. 


‘’Lalu apakah kenaikan Rp11.000 itu cukup untuk satu bulan?,’’ ucapnya, Sabtu (20/11/2021). 


Apalagi untuk PP 36 tahun 2021 ini baru saja diterapkan tahun ini. Itu pun tanpa diskusi dengan serikat pekerja, mereka langsung melaksanakan, tanpa sosialisasi dulu. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved