Breaking News:

Berita Slawi

Bupati Tegal Tandatangi MoU dengan BBPOM Semarang Terkait Pengawasan Obat dan Makanan

Balai Besar POM (BBPOM) di Semarang melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Bupati Tegal Umi Azizah, berlokasi di ruang

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Balai Besar POM di Semarang Sandra Maria Philomena Linthin (kemeja putih), bersama Bupati Tegal Umi Azizah, saat menandatangani nota kesepahaman (MoU), di ruang rapat Bupati Tegal, Senin (22/11/2021). 

Namun produksinya bukan di Kabupaten Tegal melainkan asal Banyuwangi.


Sedangkan dari sisi jajanan terutama di lingkungan sekolah, BBPOM Semarang memiliki program yaitu jajanan anak sekolah yang sudah dilakukan pengawasan di 50 sekolah.


Selain itu juga menghadirkan kader keamanan pangan Desa, dan beberapa program lainnya.


"Dari pengawasan di 50 jenjang sekolah (SD, SMP, SMA) yang tersebar di wilayah Kabupaten Tegal semuanya menunjukan hasil aman atau tidak ditemukan yang menggunakan bahan berbahaya.

Pada tahun ini kami juga melakukan pembinaan kepada 12 UMKM pangan olahan ikan (nugget, abon ikan, dan lain-lain)," katanya.


Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan, dengan adanya nota kerja sama ini, upaya Pemkab Tegal mendukung pengembangan UMKM agar menghasilkan produk-produk yang teregistrasi BPOM semakin terstruktur, sistematis dan berkelanjutan. 


Tujuannya adalah agar produk UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat sehingga bisa menembus pasar formal.


Melalui kerja sama ini, Umi meminta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) bisa lebih mengintensifkan pengawasan keamanan pangan jajan anak sekolah, memperkuat gerakan keamanan pangan desa, dan terus menggencarkan program pasar aman dari bahan berbahaya.


Di sisi lain, semuanya perlu meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam memilih obat, obat tradisional, kosmetika, suplemen kesehatan, dan makanan yang aman, yang berkhasiat atau bermanfaat dan bermutu.


"Setelah ini, rancang rencana kerja atau rencana aksi yang lebih komprehensif.

Koordinasikan dengan para pihak, terutama BPOM di Semarang karena pembinaan dan pengawasan di bidang obat dan makanan ini adalah kerja kolaboratif.

Ada pertukaran data, informasi terkait sarana, produk dan permasalahan obat dan makanan disamping perlunya peningkatan atau pengembangan kompetensi sumber daya aparatur kita sendiri," pungkas Umi.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved