Breaking News:

Berita Jateng

Pemerintah Australia Akan Dukung Pengembangan Emergency Operating Center Kluster Kesehatan Jateng

Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes) Jawa Tengah telah memiliki klaster kesehatan, Satuan Tugas Jateng Siaga Sehat (Satgas JSS), dan PSC 119

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muh radlis
IST
Tim AIHSP Pusat melakukan audiensi dengan Dinkes Provinsi Jawa Tengah terkait review panduan pelaksanaan Emergency Operating Center (EOC) di Jawa Tengah, kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes) Jawa Tengah telah memiliki klaster kesehatan, Satuan Tugas Jateng Siaga Sehat (Satgas JSS), dan PSC 119 dalam wadah yang disebut Jateng Siaga Sehat.

Mekanisme ini telah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Nomor 360/286/3/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Penanggulangan Krisis Kesehatan Jawa Tengah.

Mekanisme tersebut sejalan dengan program kemitraan Australia dan Indonesia dalam Ketahanan Kesehatan-Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) melalui Pokja 3 Kegawatdaruratan yang telah menginisiasi pelaksanaan kajian regulasi tentang Emergency Operating Center (EOC).

"Kajian tersebut merekomendasikan antara lain perlu adanya kajian terhadap Peraturan Menteri Kesehatan No.75 Tahun 2019 dan penyusunan petunjuk teknis dari sistem komando antar emergency operations centre di bawah Kementerian Kesehatan," kata perwakilan AIHSP, dr. Corona Rintawan, SpEM, dalam keterangannya, Senin (22/11/2021).

Dikatakannya, kajian awal dan koordinasi di tingkat pusat telah ditindaklanjuti dengan lokakarya di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Salah satu hasil yang teridentifikasi bahwa Provinsi Jawa Tengah sebenarnya telah membuat satu mekanisme kerja yang terintegrasi dalam menangani permasalahan kesehatan yang muncul dan upaya dalam pencapaian indikator standar pelayanan minimal provinsi.

"Mekanisme kerja ini mengintegrasikan kekuatan yang dimiliki oleh Dinkes Provinsi Jawa Tengah antara lain Klaster kesehatan, Satuan Tugas Jateng Siaga Sehat (Satgas JSS), dan PSC 119 dalam wadah yang disebut Jateng Siaga Sehat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menyampaikan, bahwa, sesuai Permenkes 75, kluster kesehatan meliputi aspek-aspek yang sudah ada di program Dinkes melalui bidang-bidang yang ada.

"Artinya EOC sudah menyatu dengan struktur Dinas Kesehatan yang ada, sehingga tidak usah membuat organisasi baru.

Tinggal dibuat perencanaan yang terpadu di antara bidang/ seksi yang ada, serta perlunya meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan lintas sektor dan program," kata Yulianto.

Tim AIHSP Pusat juga telah melakukan audiensi dengan Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah dan melakukan diskusi review panduan yang sudah ada.

Pertemuan ini diawali dengan pemaparan panduan Jateng Siaga Sehat yang telah disusun, dilanjutkan penyampaian hasil review dokumen oleh dr. Corona Rintawan SpEM.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan itu, akan dilakukan penyempurnaan dokumen untuk disesuaikan dengan perkembangan terkini.

Penyempurnaan dokumen ini akan dilakukan oleh Satuan Tugas Jateng Siaga Sehat yang akan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved