Breaking News:

Berita Pekalongan

Wali Kota Aaf Harap Tak Ada Lagi Kasus Perundungan di Pekalongan

SMK Syafi'i Akrom Kota Pekalongan mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA) sekaligus Sekolah Anti Perundungan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/INDRA DWI PURNOMO
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan saat mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA) dan Sekolah Anti Perundungan, di aula SMK setempat. 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - SMK Syafi'i Akrom Kota Pekalongan mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA) sekaligus Sekolah Anti Perundungan.

Sekolah ini dinilai telah memenuhi kriteria yang mendukung pelaksanaan konsep SRA,baik dari proses belajar mengajar yang ramah anak, pendidik, tenaga kependidikan yang terlatih, serta sarana dan prasarana dan lingkungan yang ramah anak. 


Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, SRA merupakan salah satu upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama berada di sekolah, melalui berbagai peran untuk menjadikan sekolah bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri, nyaman, serta dengan prinsip utama adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup, dan penghargaan terhadap hak anak.


"Alhamdulillah, kita bisa mendeklarasikan SRA dan Anti Perundungan di SMK Syafi'i Akrom.

Sebetulnya, kalau kita melihat sarana dan prasarana, prestasi anak-anak sekolah ini bisa memenuhi syarat untuk dideklarasikan SRA, tinggal peningkatannya saja," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid usai mendeklarasikan SRA di aula SMK Syafi'i Akrom, Senin (22/11/2021).


Menurutnya, SRA merupakan sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggungjawab.


"SRA juga salah satu indikator dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA)," ujar Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan.


Aaf menekankan kepada seluruh pendidik SMK Syafi'i Akrom untuk bersama-sama mencegah adanya kasus perundungan di sekolah.


Sebab, kasus bullying ini bisa memiliki efek yang berkelanjutan pada anak yang dibully, baik secara fisik maupun non fisik sehingga harus dihindari.


"Pengalaman saya dulu pada saat menjadi murid dan sampai sekarang, bullying ini memang selalu ada, tetapi kadarnya apakah itu ringan atau bisa dimaklumi antar teman, ada yang sedang dan berat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved