Breaking News:

Kriminal dan Hukum

Penyewa Hotel Tonotel Minta Kurator dan PN Semarang Tunda Penyegelan, Ini Kata Kuasa Hukum

Penyewa Hotel Tonotel Minta Kurator dan PN Semarang Tunda Penyegelan, Ini Kata Kuasa Hukum: kalau tetap dilaksanakan maka ada indikasi mafia peradilan

Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Resepsionis Hotel Tonotel Semarang. 

Soegijarto pun merasa diperlakukan secara tidak adil.

Terlebih, objek sengketa yaitu Hotel Tonotel telah disewa oleh penyewa selama 25 tahun mulai 29 Mei 2017. Kontrak sewa baru berakhir pada 29 Mei 2042 mendatang.

"Jika Hotel Tonotel disegel oleh kurator, jelas klien kami sangat dirugikan."

"Karena hak sewa masih berlangsung sampai Tahun 2042," imbuhnya.

Tak hanya itu saja, Hotel Tonotel telah dijual di bawah tangan secara sah dan apa adanya sejak 23 Desember 2020, sehingga bukan termasuk harta pailit.

Bahkan, hasil penjualan juga telah dibagi kepada para kreditur.

Sehingga kurator tidak memiliki alas hak untuk melakukan perbuatan hukum terhadap bangunan Hotel Tonotel.

"Cukup alasan hukumnya apabila gugatan perlawanan terhadap Derden Verset ditolak, maka upaya penyegelan yang akan dilaksanakan 1 Desember juga ditunda hingga upaya hukum kasasi mempunyai kekuatan hukum tetap," tegasnya.

Sementara itu, Humas PN Semarang, Eko Budi Supriyanto mengatakan, belum bisa memastikan terkait pelaksanaan penyegelan itu apakah akan dilaksanakan atau ditunda.

"Kami akan melakukan pengecekan dulu. Yang pasti, penolakan gugatan sebelumnya itu karena ada perkara yang masih berjalan."

"Sehingga untuk menghindari adanya dua putusan dalam satu perkara, maka gugatan harus ditolak," katanya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved