Jumat, 8 Mei 2026

Berita Tegal

Mengenal Mesin Predator Sampah di Tegal, Ubah 2 Ton Sampah Jadi Bahan Bakar Briket Per Hari

Mengenal Mesin Predator Sampah di Tegal, Ubah 2 Ton Sampah Jadi Bahan Bakar Briket Per Hari

Tayang:
TribunPantura.com/Fajar Bahruddin Achmad
Sejumlah pekerja sedang mengoperasikan mesin predator sampah, pengolah sampah jadi bahan bakar briket di Pusat Daur Ulang Sampah TPS 3R Mintaragen, Kota Tegal, Jumat (26/11/2021). 

TRIBUN-PANTURA.COM, TEGAL - Hampir genap setahun mesin pengolah sampah menjadi bahan bakar briket beroperasi di Pusat Daur Ulang Sampah TPS 3R Mintaragen, Kota Tegal.


Mesin tersebut bernama Mesin Predator Sampah. 


Dari mesin itu, ratusan ton briket pernah diproduksi dan sudah terkirim ke industri mitra di Semarang. 


Briket yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti batu bara. 


Mesin tersebut merupakan hibah yang diterima Pemerintah Kota Tegal dari PT Kemasan Ciptatama Sempurna.


Lalu bagaimana cara kerja mesin predator sampah tersebut?


Koordinator pengolahan sampah di TPS 3R Mintaragen, Suparyo mengatakan, mesin predator sampah sudah beroperasi sejak awal tahun, pada Januari 2021.


Semua volume sampah yang dihasilkan di Kelurahan Mintaragen, setiap harinya terolah menjadi briket. 


Meski bagitu tetap dilakukan pemilahan. 


Beberapa sampah tidak bisa diolah, seperti  logam, kaca, dan kayu besar. 

 

"Jadi sampah tetap dipilah, barangkali ada logam, kaca atau kayu besar yang tidak bisa terolah," kata Paryo, sapaan akrabnya kepada tribun-pantura.com, Jumat (26/11/2021). 

4 tahap dari sampah ke briket

 

Bahan bakar briket dari sampah yang diolah oleh mesin predator sampah di Pusat Daur Ulang Sampah TPS 3R Mintaragen, Kota Tegal.
Bahan bakar briket dari sampah yang diolah oleh mesin predator sampah di Pusat Daur Ulang Sampah TPS 3R Mintaragen, Kota Tegal. (TribunPantura.com/Fajar Bahruddin Achmad)

Paryo menjelaskan, kerja dari mesin predator sampah tersebut terbagi menjadi empat proses. 


Pertama, sampah-sampah tersebut melalui mesin pencacah. Tetapi sebelum masuk mesin pertama, ada petugas yang melakukan pemilihan sampah. 


Tahap kedua, sampah yang sudah dicacah masuk ke mesin pengepresan dengan tujuan mengurangi kadar air. 


Setelah itu sampah diteruskan masuk ke mesin rotari untuk proses pengeringan sampah. 


Kemudian tahap terakhir, sampah yang sudah kering memasuki mesin keempat, yaitu proses pencetakan. 


"Setelah melalui empat proses itu, sampah sudah menjadi briket. Dan sudah bisa digunakan untuk bahan bakar," ungkapnya. 


Paryo yang juga Ketua RW 08 Kelurahan Mintaragen, mengatakan, manfaat dari keberadaan mesin predator sampah tersebut sangat terlihat. 


Karena sampah yang dihasilkan setiap harinya sekelurahan bisa terolah. 


Tidak ada lagi sampah dari TPS 3R Mintaragen yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 


Sementara untuk total petugas sendiri berjumlah 12 orang. 


"Yang jelas mengurangi sampah di lingkungan. Sehingga tingkat kekumuhan di lingkungan terkurangi," ujarnya. 


Olah 2 ton sampah per hari 


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, Resti Drijo Prihanto mengatakan, produk yang dihasilkan dari mesin predator sampah adalah briket. 

 

Briket tersebut digunakan untuk pengganti batu bara. 


Ia mengatakan, setiap hari tercatat sekira 2 ton sampah terolah menjadi briket.


Jumlah tersebut total seluruh sampah yang dihasilkan oleh warga di Kelurahan Mintaragen, Kota Tegal


"Yang jelas di Mintaragen itu sekira 2 ton sampah per hari sudah bisa terkurangi."

"Jadi di situ sudah tidak ada armada truk yang mengirim sampah ke TPA," ungkapnya. 


Resti menjelaskan, briket tersebut kemudian dikirim ke satu industri di Semarang. 


Ada sebanyak 1,5 ton briket yang dikirim lima hari sekali. 


Pengiriman tersebut sudah berlangsung sejak Januari 2021. 


Sementara total hingga November 2021, sekira 100 ton briket sudah didistribusikan. 


"Baru ada satu pabrik yang mau. Tapi kita tawarkan juga siapa yang mau."

"Silahkan yang mau coba memakai, bisa ambil," ungkapnya. 


Resti mengatakan, keberadaan mesin predator sampah tersebut telah berhasil mengurangi sampah di Kelurahan Mintaragen. 


Jadi tidak ada sampah yang dilarikan ke TPA. 


Ia menilai, jika ingin efektif semestinya di tiap kelurahan memang ada mesin predator sampah


Menurutnya, hal itulah yang saat ini menjadi PR untuk DLH Kota Tegal.


"Ini menjadi upaya kita agar sampah ini tidak lagi ke TPA semua. Karena setelah ada mesin, sampah langsung diolah," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved