Breaking News:

Berita Batang

Indispliner, 5 Guru Batang Dimutasi dan Tak Dapat Tunjangan Profesi, Taufiq: Sertifikasi Tak Cair

Indispliner, 5 Guru Batang Dimutasi dan Tak Dapat Tunjangan Profesi, Taufiq: Sertifikasi Tak Cair

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Tribun-Pantura.com/Dina Indriani
Bupati Batang Wihaji saat memberikan motivasi kepada guru Kabupaten Batang di Hotel Dewi Ratih, Senin (29/11/2021). 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Lima guru di Batang kedapatan melanggar disiplin kerja atau indisipliner.

Kelima Aparatur Sipil Negara (ASN) negara tersebut pun dijatuhi sejumlah hukuman.

Di antaranya, tak mendapat tunjangan profesi, tak bisa mencairkan sertifikasi, serta dimutasi dari tempat kerja semula.

Kepala Disdikbud Kabupaten Batang Achmad Taufiq mengatakan, guru yang melanggar disiplin kerja diketahui merupakan tenaga pendidik di sejumlah sekolah dasar (SD).

Dituturkan, pelanggaran disiplin kerja yang dimaksud adalah tak melaksanakan tugas atau tidak mengajar selama periode waktu tertentu.

"Kami sudah berikan punishment. Sertifikasinya tidak kita cairkan, lalu kita mutasikan ke tempat lain," tuturnya usai usai evaluasi kerja guru di hotel Dewi Ratih, Senin (29/11/2021).

Lebih lanjut, Taufiq menjelaskan, memang pada saat pelanggaran terjadi pola belajar yang diterapkan adalah pembelajaran jarak jauh (PJJ) alias belajar dalam jaringan (daring).

Namun, ia menegaskan, meski PJJ guru harus tetap mengajar dengan metode daring.

"Mereka terpantau meninggalkan tugas, sekalipun mereka melaksanakan tugas dari tempat lain tapi datang ke sekolah tetap wajib, contohnya seperti ini," jelasnya. 

Bagian Ketenagaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Arif Rohman, menambahkan ada beberapa syarat untuk bisa mencairkan tunjangan profesi guru.

Di antaranya, mengajar minimal 24 jam selama satu minggu. 


"Kalau ada yang mangkir atau tidak memenuhi syarat tersebut, tidak bisa menerima tunjungan profesi guru atau sertifikasi," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan pandemi Covid-19 mempengaruhi banyak hal termasuk kedisiplinan dalam kerja. 


"Oleh karena itu, kepala sekolah kita ingatkan harus menjadi contoh guru-guru yang lainya, nanti kita kasih rewads dan punishmentnya," tandas Wihaji.(din)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved