Breaking News:

Berita Semarang

Cerita Kelam Buruh Perempuan Semarang Alami Pelecehan, Bokong Dicolek dan Dada Diremas saat Kerja

Cerita Kelam Buruh Perempuan Semarang Alami Pelecehan, Bokong Dicolek dan Dada Diremas saat Kerja

Penulis: iwan Arifianto | Editor: yayan isro roziki
Tribunnews.com
Ilustrasi pelecehan/kekerasan seksual terhadap pekerja perempuan. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Di tengah perjuangan kaum buruh untuk menuntut upah layak, mereka juga masih terancam serangkaian aksi kekerasan, bahkan pelecehan di lingkungan kerja.


Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) mencatat di Kabupaten dan Kota Semarang tercatat ada 20 kasus kekerasan yang menimpa para buruh perempuan sepanjang 2021.

Mayoritas aksi kekerasan seksual menimpa buruh terjadi di pabrik tekstil dan garmen.

Kekerasan di tempat kerja yang terjadi berupa kekerasan seksual, psikis, dan verbal. 


Di rumah, buruh perempuan juga masih  terancam kekerasan berupa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akibat tingginya budaya patriarki. 

"Iya kasus kekerasan buruh perempuan kian tahun semakin meningkat."

"Sebenarnya angka itu masih fenomena gunung es, artinya di luar sana masih banyak korban tapi enggan melaporkan karena berbagai pertimbangan," ucap Koordinator Divisi Advokasi dan pengorganisasian  Yasanti Rima Astuti saat dihubungi Tribun-Pantura.com, Selasa (30/11/2021).

Menurutnya, tempat kerja, jalan dan di rumah menjadi tiga serangkaian yang berkaitan tak dapat dipisahkan dari buruh perempuan. 

Di tempat kerja perempuan masih terancam kekerasan, pihaknya mencatat kekerasan seksual yang terjadi berupa peremasan payudara, bokong dicolek, dirangkul dari belakang dan lainnya. 

Untuk kekerasan verbal para buruh perempuan juga harus menanggungnya imbas dari situasi kerja yang mana buruh mendapatkan perkataan hinaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved