Breaking News:

Berita Jateng

Gerakan Aliansi Buruh Demak Mengaku Kecewa dengan Ganjar Pranowo Terkait UMK 2022

Sekjen Gerakan Aliansi Buruh Demak (Gebrak), Poyo Widodo, mengaku kecewa dengan keputusan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2022 di Demak.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Belasan anggota Gerakan Aliansi Buruh Demak (Gebrak) melakukan aksi protes dan membakar kardus di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak, Kamis (18/11/2021). (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV) 

TRIBUNPANTURA.COM, DEMAK - Sekjen Gerakan Aliansi Buruh Demak (Gebrak), Poyo Widodo, mengaku kecewa dengan keputusan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2022 di Demak.

UMK Demak 2022 telah ditentukan yakni sebesar Rp 2.513.005,89.

Artinya, naik Rp 1.479.89 dari UMK Demak 2021 yang sebesar Rp 2.511.526.

Besaran tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Tengah No 561/39 tentang Upah Minimum pada 35 (tiga puluh lima) Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022.

Terkait dengan kekecewaan Gebrak, Poyo mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan audiensi dengan pihak Pemkab Demak dan Dewan Pengupahan Kabupaten hingga mencapai kesepakatan nilai tertentu.

“Kami sudah melakukan penelusuran sumber permasalahannya dari hulu sampai hilir.

Untuk rekomendasi dari Bupati ke Gubernur sudah sesuai dengan kesepakatan hasil pertemuan kami yaitu naik 0,43 persen atau Rp 8.474.

Namun, sampai pada Gubernur, angka itu berubah dan dikembalikan sesuai PP 36 yaitu 0,06 persen.

Kami semua kecewa karena Gubernur justru menghilangkan fungsi Dewan Pengupahan,” ujar Poyo kepada Tribunjateng.com, Kamis (2/12/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved