Kriminal dan Hukum

Tak Terima Direkam, Suporter Persip Pekalongan Aniaya Tukang Angkringan Batang, Kini Tersangka

Aniaya Pedagang Angkringan, Delapan Suporter Persip Pekalongan Resmi Ditetapkan Tersangka persip pekalongan vs persibat batang tersangka polres batang

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Tribun-Pantura.com/Dina Indriani
Kapolres Batang AKBP M.Irwan Susanto saat menunjukkan barang bukti penganiayaan yang dilakukan suporter dari Pekalongan, Jumat (3/12/2021) sore. 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Polres Batang resmi menetapkan delapan suporter sepak bola dari Kota Pekalongan sebagai tersangka.


Penetapan status tersangka, karena mereka terbukti melakukan penganiayaan kepada dua orang pedagang dan melakukan perusakan warung angkringan yang ada di perbatasan Batang-Pekalongan. 


Polisi juga memiliki bukti kuat dari rekaman CCTV dan juga rekaman video yang beredar di media sosial. 

Kedelapan tersangka tersebut di antaranya berinisial IAA (Iqbal Ariq Alfarizi) , AN (Andriyanto), GR (Gilang Ramadhan), AR (Ahmad Rofiq), MA (M Abid), MFZ (M Farda Zuda), FAA (Fikri Al Adzkya), dan MZA (M Zaidan Amrullah)


Kapolres Batang AKBP M.Irwan Susanto mengatakan kejadian bermula pada 30 November usai pertandingan antara Persibat Batang dan Persip Pekalongan yang dimenangkan oleh Persip Pekalongan.


Kemudian dari rombongan pelaku yang merupakan suporter BBC (Brigata Batik City) mendapatkan informasi bahwa suporter Persibat ada yang memasang bendera Persip terbalik dan mengakibatkan kemarahan dari rombongan tersebut.


"Jadi ini dipicu lantaran adanya provokasi negatif, mereka pun tersulut emosi."

"Kemudian saat berkonvoi dari Terminal Pekalongan dengan berjalan kaki menuju perbatasan Kota Pekalongan dan Batang untuk mencari suporter Persibat Batang."


"Namun saat di perbatasan tidak ada satupun suporter Persibat, karena kesal, para pelaku melampiaskan kemarahannya kepada pedagang angkringan yang saat itu tengah merekam aksi mereka," jelasnya saat konferensi pers, Jumat (3/12/2021).


Akibat insiden tersebut dua orang mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan di RSUD Kalisari Batang. 


"Untuk korban satu sudah rawat jalan dan yang satunya masih harus dirawat di RSUD Batang," ujarnya.


Atas penganiayaan yang dilakukan para pelaku dijerat dengan pasal 170 Ayat 2 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling lama tujuh tahun.(din)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved