Breaking News:

Berita Jateng

Jusman Ali Klaim Tes Praktik Teknis Komputer CPNS Kemenkumham Jateng Bersih dan Transparan

Jusman Ali Klaim Tes Praktik Teknis Komputer CPNS Kemenkumham Jateng Bersih dan Transparan

Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
Humas Kanwil Kemenkumham Jateng
Panitia Tes CPNS Kemenkumham membakar naskah soal ujian SKB usai pelaksanaan seleksi di Kanwil Kemenkumham Jateng, Sabtu (4/12/2021). 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah melaksanakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Praktik Teknis Komputer bagi pelamar formasi Jabatan Fungsional Pranata Komputer di Aula Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah.

Kepala Divisi Administrasi Jusman Ali, didampingi Kepala Sub Bagian Kepegawaian, TU & Rumah Tangga, Meivita Dewi Widyastuti dan tim panitia dari Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI meninjau langsung tempat ujian Praktek Teknis Komputer itu, Sabtu (4/12/2021).

Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, A. Yuspahruddin melalui Kadiv Administrasi, Jusman Ali menyampaikan bahwa SKB Praktek Teknis Komputer ini dilaksanakan bersih dan transparan.

"Seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM tahun 2021 dari tahap awal hingga akhir itu dilakukan  secara transparan serta bersih tanpa KKN."

"Dan jika ada terbukti ada yang melakukan kecurangan akan mendapat sanksi berat," katanya.

Tranparansi pelaksanaan SKB ini terproyeksi dari prosesi serah terima soal ujian praktek kerja komputer yang masih dalam posisi tersegel.

Penyerahan dilakukan oleh perwakilan dari Biro Kepegawaian Setjen Kemenkumham R.I selaku panitia pusat kepada Kepala Divisi Administrasi, Jusman Ali.

Tak sampai disitu, untuk mencegah tindak kecurangan, soal ujian dimusnahkan usai dikerjakan peserta.

Tujuannya agar naskah ujian tidak tersebar luas dan disalahgunakan.

Selain itu, Jusman juga memastikan pelaksanaan SKB Praktek Teknis Komputer menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat.

"Wajib hukumnya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat," tegasnya.

Hal tersebut sudah ditunjukkan ketika peserta awal datang sudah melakukan scan QR pada aplikasi PeduliLindungi.

Lalu sebelum memasuki ruang ujian dilakukan pengecekan suhu serta wajib menggunakan handsanitizer dan yang tak kalah penting seluruh peserta diwajibkan membawa hasil rapid antigen/swab PCR.

"Kami tidak mau para peserta datang dalam kondisi sakit ataupun sebaliknya," tambahnya. (Nal)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved