Breaking News:

Berita Slawi

12.340 Guru Ngaji di Kabupaten Tegal Akan Dapat Bantuan Insentif di Tahun 2022

Sebanyak 12.340 guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan madrasah diniyah di Kabupaten Tegal diusulkan menjadi sasaran penerima bantuan

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TribunPantura.com/Desta Leila Kartika
Bupati Tegal Umi Azizah. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Sebanyak 12.340 guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan madrasah diniyah di Kabupaten Tegal diusulkan menjadi sasaran penerima bantuan dana intensif di tahun 2022. 


Informasi tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal Sukarno, saat menggelar rapat koordinasi dan evaluasi hibah Pemkab Tegal kepada guru TPQ dan madrasah diniyah di Rumah Makan Rindu belum lama ini. 


Jumlah tersebut bertambah dari daftar penerima manfaat hibah insentif guru TPQ dan madrasah diniyah tahun 2021 yang sebanyak 9.311 orang senilai Rp 15,8 miliar. 


Sukarno mengungkapkan jika pencarian dana intensif tahun ini dilakukan secara bertahap, di mana tahap satu sudah selesai disalurkan pada bulan Juni lalu.


“Saat ini kita masih fokus untuk mencairkan dana intensif guru TPQ dan madrasah tahap dua yang terbagi dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama sejak Juli sampai dengan November dan gelombang kedua di bulan Desember ini,” jelas Sukarno, dal rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (5/12/2021). 


Pada kesempatan ini, Sukarno juga menjelaskan jika terdapat 147 guru TPQ dan madrasah diniyah penerima hibah yang sudah tidak aktif. 


Hal ini lantaran ada guru yang meninggal dunia, mengundurkan diri, dan mutasi dari lembaga tempatnya mengajar.


Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah, menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada segenap jajaran Kantor Kemenag Kabupaten Tegal yang telah bekerja keras mendata, memverifikasi hingga mengawasi proses penyaluran hibahnya kepada guru, ustaz dan ustazah di TPQ dan madrasah diniyah.


“Saya titip pesan kepada Kemenag untuk terus mengawal penyaluran hibah ini yang lebih berorientasi pada peningkatan kesejahteraan guru TPQ dan madrasah,” kata Umi.


Umi memandang, peran guru TPQ dan madrasah sangat mulia. Sebab, guru TPQ dan madrasah diniyah tidak memiliki kewajiban secara konstitusional untuk mendidik. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved