Breaking News:

Berita Slawi

BPBD Kabupaten Tegal Siapkan Posko Antisipasi Bencana Alam di Masing-masing Wilayah

Serangkaian upaya untuk menghadapi cuaca buruk atau fenomena alam Lanina sudah mulai dipersiapkan Pemkab Tegal, diawali rapat koordinasi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Jaenal Dasmin, saat ditemui Tribunjateng.com belum lama ini. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Serangkaian upaya untuk menghadapi cuaca buruk atau fenomena alam Lanina sudah mulai dipersiapkan Pemkab Tegal, diawali rapat koordinasi, apel kesiapsiagaan, memastikan peralatan dan sumber daya manusia (SDM) siap, serta memetakan daerah yang rawan bencana. 


Selain itu, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Jaenal Dasmin, pihaknya juga sudah mulai menyiapkan posko pengamanan yang tersebar di wilayah Kabupaten Tegal.


"Terkait kebencanaan tetap kami antisipasi, karena pembahasan sudah kami lakukan melalui rapat lintas sektoral.

Posko-posko relawan, satgas, semuanya sudah kami siapkan di masing-masing wilayah," ungkap Jaenal, pada Tribunjateng.com, Jumat (3/12/2021).  


Sebelumnya, dijelaskan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Dadang Darusman, secara geografis Kabupaten Tegal terdiri dari dua kawasan yaitu wilayah bawah (pantura) dan atas (pegunungan).


Adapun untuk wilayah pantura rawan terjadi bencana alam seperti banjir dan rob. Sedangkan wilayah nya yaitu Kramat, Suradadi, dan Warureja.


Untuk daerah atas rawan terjadi bencana longsor dan angin puting beliung. Wilayahnya seperti Bojong, Bumijawa, dan Jatinegara.


Namun Dadang mengungkapkan, meksipun Jatinegara berada di wilayah atas tapi kerap terjadi banjir, sehingga tetap harus diwaspadai.


Menyampaikan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dadang menuturkan, curah hujan tertinggi kemungkinan terjadi pada bulan Januari - Maret 2022 dengan intensitas hujan tiga sampai empat kali sehari. 


Berdasar pada informasi tersebut, Dadang mengimbau masyarakat khususnya Kabupaten Tegal untuk mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi prakiraan cuaca tersebut. 


Terlebih belum lama ini, juga sudah mulai terjadi bencana alam seperti angin puting beliung, tanah longsor, dan banjir. 


"Terkait anggaran untuk penanganan kebencanaan asalnya melalui anggaran tidak terduga, sedangkan tahun ini (2021) jumlah anggarannya sekitar Rp 10 miliar," pungkas Dadang. 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved