Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kendal

Muhammad Makmun Sebut Perlu Inovasi Pendidikan Antisipasi Lost Generation

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal, Muhammad Makmun mendorong satuan pendidikan untuk berinovasi dalam hal

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
IST
Seminar pendidikan oleh Forum Komunikasi Kepala SMA Swasta (FK2S) Kendal bersama DPRD, dan Pemerintah Daerah, kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal, Muhammad Makmun mendorong satuan pendidikan untuk berinovasi dalam hal pembelajaran.


Menurutnya, inovasi dan kreatifitas pendidikan sangat diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya lost generation (generasi hilang) setelah terdampak pandemi Covid-19 dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.


Dorongan Makmun kepada satuan pendidikan, utamanya kepada para tenaga pendidik disampaikan dalam kegiatan Seminar Pendidikan dalam rangka 'Membangun Kekuatan Branding Sekolah sebagai Strategi Efektif Rekrutmen Siswa Baru 2022-2023' oleh Forum Komunikasi Kepala SMA Swasta (FK2S) Kendal, kemarin. 


Dia berharap, ada perbaikan pendidikan yang lebih maju setelah melewati pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring.


Meskipun saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir dengan segala keterbatasan yang ada. 


"Pembelajaran di masa pandemi diperlukan inovasi dan kreatifitas untuk mengantisipasi terjadinya fenomena lost generation, akibat dampak penurunan kualitas pendidikan.

Supaya materi pembelajaran dapat terserap dengan baik oleh para siswa didik," terangnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/12/2021).


Menurut dia, pendidikan jarak jauh yang selama ini diterapkan selama pandemi Covid-19 berlangsung harus segera diimbangi dengan pendidikan berkualitas. 


Meski demikian, Makmun mengingatkan kepada semua satuan pendidikan agar tidak melupakan protokol kesehatan.


Karenanya, kesehatan dan pendidikan harus dijalankan bersama, seiring membaiknya kasus Covid-19.


Ini menjadi tantangan bagi para pendidik untuk mendayagunakan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar, tanpa mengesampingkan kesehatan siswa.


Makmun juga berpesan kepada satuan pendidikan, agar menginovasi pendidikan jarak jauh yang masih berlangsung agar lebih efektif bagi dunia pembelajaran ke depan.


"Kami mengapresiasi inisiatif FK2S untuk membantu pemerintah memecahkan persoalan pendidikan sebagai salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19.

Semangat inilah yang perlu dijaga, bagaimana menghadirkan pembelajaran di tengah pandemi yang efektif agar tidak terjadi lost learning, tegasnya. 


Ia juga mendorong FK2S agar berkomunikasi dengan cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah Wilayah XIII, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal untuk menciptakan pendidikan yang maju di masa yang akan datang.


Ketua FK2S Kendal, Buana Fatoni menuturkan, seminar ini diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat mendaftar di sekolah menengah atas swasta.


Seminar diikuti 48 peserta yang merupakan wakil kepala kesiswaan dan ketua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), serta 19 kepala sekolah.


Selain itu, juga sebagai forum koordinasi untuk pendidikan yang inovatif dan kreatif di masa yang akan datang. 


"Di Kabupaten Kendal, ada 20 SMA swasta yang rata-rata mengalami kekurangan murid.

Melalui seminar ini diharapkan bisa menemukan solusi atau cara untuk mengembalikan minat siswa, seiring peningkatan kualitas pendidikan yang terus diupayakan," tutur Buana Fatoni.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved